Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Kenalkan Pola Makan B2SA

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 03:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Kenalkan Pola Makan B2SA Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Jaoharul Alam menyerahkan makanan B2SA kepada perwakilan pelajar SMAN 2 Cikarang Pusat, Kamis (6/2).

BEKASI – Pemerintah sudah menjalankan program makan gratis untuk pelajar seluruh Indonesia. Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi, juga memperkenalkan pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) kepada siswa guna menciptakan generasi sehat serta produktif.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Jaoharul Alam menyatakan konsumsi makanan beragam tidak hanya bergantung pada nasi, melainkan juga dapat berasal dari sumber karbohidrat lain seperti jagung, ubi, dan kentang.

“Penekanan ada di arti penting konsumsi gizi seimbang agar generasi mendatang lebih berkualitas dan terhindar dari stunting,” katanya di Cikarang, Kamis.

Jaoharul menjelaskan, keseimbangan gizi dalam makanan yang dikonsumsi mengandung makna bahwa setiap asupan ke dalam tubuh harus mencakup protein, karbohidrat, dan vitamin dalam jumlah yang cukup.

Selain itu, makanan yang dikonsumsi juga harus aman bagi kesehatan seperti tidak mengandung zat berbahaya yakni pewarna maupun zat pengawet.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Arnoko Indakto, menambahkan, program edukasi kepada pelajar ini bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. “Dampaknya baru terlihat saat mereka dewasa, terutama bagi perempuan yang kelak mengandung dan melahirkan anak yang sehat,” katanya.

Menurutnya, bahan konsumsi untuk pola makan B2SA sangat mudah ditemukan pada lingkungan sekitar tempat tinggal maupun pasar-pasar tradisional hingga ritel modern.

“Kebiasaan konsumsi makanan B2SA turut membantu menjaga ketahanan pangan daerah selain memang sangat penting bagi kebutuhan nutrisi tubuh,” jelasnya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Polda Jatim Dalami Motif Pe...
Nasional
Duka Gempa NTT Sampai ke Am...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.