Bulan Januari 2025 Pecahkan Rekor Suhu Global
📅 Kamis, 06 Feb 2025, 11:37 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Copernicus.eu/C3S/ECMWF
PARIS - Januari 2025 merupakan bulan Januari terpanas yang pernah tercatat, menurut pemantau iklim Eropa pada Kamis (6/2), meskipun ada ekspektasi kondisi La Nina yang lebih dingin dapat meredakan serangkaian rekor suhu global.
The Copernicus Climate Change Service mengatakan, suhu bulan Januari 1,75 derajat Celcius lebih panas dibanding masa pra-industri, memperpanjang rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2023 dan 2024, saat emisi gas rumah kaca akibat manusia menaikkan suhu global.
Para ilmuwan iklim telah memperkirakan, periode luar biasa ini akan mereda setelah peristiwa pemanasan El Nino mencapai puncaknya pada Januari 2024 dan kondisi secara bertahap bergeser ke fase La Nina yang berlawanan dan mendingin.
Namun, suhu panas masih bertahan pada tingkat yang memecahkan rekor atau mendekati, yang memicu perdebatan di antara para ilmuwan mengenai faktor-faktor lain apa yang dapat mendorong pemanasan ke tingkat yang melebihi ekspektasi.
"Inilah yang membuatnya sedikit mengejutkan... Anda tidak melihat efek pendinginan ini, setidaknya penghambatan sementara, pada suhu global yang kita harapkan akan terjadi," kata Julien Nicolas, ilmuwan iklim dari Copernicus, kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
La Nina diperkirakan lemah dan Copernicus mengatakan suhu yang berlaku di bagian ekuator Samudra Pasifik menunjukkan "perlambatan atau terhentinya pergerakan menuju" fenomena pendinginan.
Nicolas mengatakan, itu bisa hilang sepenuhnya pada bulan Maret.
Kehangatan Laut
Sebaiknya Anda baca juga:
Bulan lalu, Copernicus mengatakan bahwa suhu global rata-rata pada tahun 2023 dan 2024 telah melampaui 1,5 derajat Celsius untuk pertama kalinya.
Hal ini tidak menunjukkan pelanggaran permanen terhadap target pemanasan jangka panjang 1,5C berdasarkan kesepakatan iklim Paris, tetapi menjadi tanda jelas bahwa batas tersebut sedang diuji.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa setiap fraksi derajat pemanasan di atas 1,5C meningkatkan intensitas dan frekuensi peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas, hujan lebat, dan kekeringan.
Copernicus menyebutkan es laut Arktik pada bulan Januari mencapai rekor terendah bulanan, hampir sama dengan tahun 2018. Analisis dari AS minggu ini menempatkannya pada posisi terendah kedua dalam kumpulan data tersebut.
Secara keseluruhan, tahun 2025 diperkirakan tidak akan menyusul tahun 2023 dan 2024 dalam buku sejarah: para ilmuwan memperkirakan tahun ini akan menjadi tahun terpanas ketiga sejauh ini.
Copernicus mengatakan akan memantau suhu laut secara ketat sepanjang tahun 2025 untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana iklim akan berperilaku.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!