Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Banten apresiasi Polda Banten ungkap sindikat upal lintas provinsi

📅 Kamis, 06 Feb 2025, 16:35 WIB | Oleh:
BI Banten apresiasi Polda Banten ungkap sindikat upal lintas provinsi Doc: Antara/Devi Nindy
Ket. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa (kiri) dalam ungkap kasus sindikat peredaran uang palsu Banten-Jawa Barat di Mapolda Banten, Serang, Kamis (6/2).

Serang -- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengapresiasi Polda Banten yang telah mengungkap 14 tersangka tergabung dalam sindikat peredaran uang palsu lintas provinsi Banten-Jawa Barat.

"Kami sangat apresiasi, karena salah satu bentuk pengungkapan kasus ini berdampak positif terhadap kepercayaan rakyat," ujar Ameriza di Serang, Kamis.

Ameriza mengatakan dengan tugas Polda Banten yang cukup aktif dalam penindakan dan pengungkapan peredaran uang palsu, hal ini akan membuat para pelaku semakin takut.

Dampaknya, upaya tersebut akan semakin mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan keamanan mata uang rupiah.

Terlebih, penindakan terhadap sindikat peredaran uang palsu tersebut dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, dari laporan yang diterima pada 19 Januari lalu.

"Karena semakin upaya ini dilakukan secara intensif berarti masyarakat itu aman. Polisi akan terus menjaga, mengawal kami, sehingga mudah-mudahan dengan upaya Polda ini kami yakini kita bisa menjaga kepercayaan terhadap pihak," kata Ameriza.

Selain itu dia mengatakan kualitas upal yang diedarkan sindikat Banten-Jawa Barat ini masih terbilang rendah. Sehingga mudah diketahui dengan uji 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Ditambah lagi secara sekilas, upa tersebut tidak terlihat efek perubahan warna, atau shifting color.

"Jadi mereka mungkin teknologinya masih rendah sehingga tidak terlihat shifting color. Kemudian dari sisi warna agak sedikit berpendar tidak terlalu kuat. Jadi kami lihat memang dari sisi kualitas masih relatif rendah," kata Ameriza.

Tak hanya itu, upal tersebut menggunakan bahan kertas biasa. Sedangkan uang rupiah asli menggunakan bahan serat dari kapas yang sulit ditirukan.

"Itu yang agak sulit ditirukan. Karena uang kertas yang dari serat kapas itu sangat sulit dicari di pasaran. Nah itu salah satu kelebihannya dari sisi bahan uang kita memiliki security (keamanan) yang lebih baik," ujar dia.

Polda Banten meringkus 14 tersangka pembuat dan pengedar uang palsu sindikat Banten-Jawa Barat.

Modus operandi sindikat tersebut yakni menawarkan kepada korban untuk membeli uang rupiah palsu dengan uang rupiah asli.

Pembeli akan mendapatkan uang palsu sebanyak empat kali lipat dari nilai uang rupiah asli yang diserahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.