Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Brando PDIP: Penundaan Pelantikan Pramono-Rano Rugikan Warga Jakarta, APBD Berpotensi Mandek

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 15:31 WIB | Oleh:
Brando PDIP: Penundaan Pelantikan Pramono-Rano Rugikan Warga Jakarta, APBD Berpotensi Mandek Doc: Koran Jakarta/Istimewa
Ket. Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Brando Susanto.

JAKARTA - Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Brando Susanto, mempertanyakan keputusan pemerintah terkait penundaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno yang seharusnya dilantik pada Kamis, 7 Februari 2025.

Brando mengatakan, bila merujuk pada Perpres No.80/2024, seharusnya tidak ada alasan untuk menunda Pelantikan Gubernur Daerah Khusus Jakarta hasil Pilkada 2024 yang semestinya dilaksanakan pada 7 Februari 2025.

Penundaan pelantikan dapat dilakukan bila terjadi perselisihan di MK, dan bila terjadi dua putaran (karena tidak 50%+) serta bila ada force majeur, atau musibah/bencana.

Tidak ada dari ketiga unsur ini yang terpenuhi dalam kasus penundaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta.

Selain itu, menurutnya, keputusan mengundur pelantikan kepala daerah dan belum jelas tanggalnya akan menimbulkan masalah. Karena berdampak pada pengelolaan APBD Rp91 triliun untuk pembangunan Jakarta sehingga merugikan masyarakat secara luas.

"Karena yang kita lihat, masyarakat menantikan kepastian kapan dilantiknya kepala daerah terpilih dan jika mengandalkan Pj (penjabat) seringkali memunculkan ketidakpuasan cukup tinggi dari masyarakat," ujar Brando.

"Apalagi Pj ini kan tidak dipilih oleh rakyat. Mereka duduk dengan wewenang yang didapat tidak melalui mekanisme demokratis. Sedangkan kewenangan gubernur dan wagub definitif tentu lebih powerfull karena didukung mayoritas masyarakat Jakarta dibandingkan Pj gubernur," tegas Brando.

“Pertanyaannya, apakah Pram-Doel dirugikan, tidak, karena periodisasinya tetap 5 tahun,” katanya.

Namun, lanjutnya, rakyat Jakarta dirugikan karena pengundurannya digantung dan tidak jelas. Hal ini yang akan menimbulkan ketidakpastian dan keresahan di masyarakat yang menantikan kepemimpinan baru Jakarta pilihan rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.