Jelang Imlek, Nelayan Batam Panen Ikan Dingkis
📅 Selasa, 28 Jan 2025, 09:10 WIB | Oleh: Tim PenulisIkan dingkis memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi nelayan lokal, dan dengan adanya musim Imlek, sekali dalam setahun, menjadi kesempatan bagi para nelayan untuk mendapatkan lebih banyak ikan itu.
Dalam satu hari, nelayan dapat menghasilkan belasan hingga puluhan kilogram dingkis, yang jika dihitung, nilainya mencapai jutaan rupiah, bahkan puluhan juta.
Nelayan lain di Belakangpadang, Latif menceritakan bahwa ia sukses menjual ikan dingkis sebanyak 5 kilogram dengan harga Rp1,7 juta. Ia biasa mendapatkan puluhan kilo dalam sehari, dengan harga di atas Rp200 ribu.
Nelayan yang memiliki empat kelong itu rutin mengecek perangkap tradisionalnya dengan menyelam dan membersihkan bubu dari daun-daun yang ikut terperangkap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan puncak musim ikan dingkis berakhir pada 27 dan 28 Januari 2025, kesuksesan nelayan dalam memanen ikan dingkis tidak terlepas dari dukungan Dinas Perikanan Pemerintah Kota Batam.
Menurut Kepala Dinas Perikanan Yudi Admajianto pihaknya telah memberikan berbagai bantuan berupa alat tangkap, mesin tempel, hingga bubu yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan.
Melalui bidang perikanan tangkap, para nelayan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana, seperti bubu dan jaring, yang tidak hanya digunakan untuk menangkap ikan dingkis, tetapi juga untuk ikan jenis lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Perikanan Batam juga bekerja sama dengan balai karantina ikan untuk memastikan ikan yang diekspor, khususnya ke Singapura, memenuhi standar kualitas.
Pada tahun 2024 dan perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 10 Februari, jumlah ikan dingkis yang dipanen mencapai 23 ton di bulan Februari dan 1901,4 ton di bulan Maret, periode yang disebut sebagai “dingkis balik”.
Proses pendataan dilakukan oleh dinas perikanan melalui pengepul di Pulau Siali, yang menjadi pusat distribusi hasil tangkapan dari Pulau Pecong, Pulau Kasu, hingga Pulau Terung.
Dengan harga yang terus meningkat dan minat masyarakat yang semakin besar, ikan dingkis dari Belakangpadang menjadi favorit para pelanggan.
Perburuan ikan dingkis di Belakangpadang bukanlah hal baru. Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Panen ikan dingkis, biasanya terjadi tiga kali dalam setahun, tergantung pada kondisi laut dan musim angin. Pada musim angin barat, ikan dingkis bertelur, meskipun harga jualnya tidak setinggi menjelang Imlek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!