Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Imlek, Nelayan Batam Panen Ikan Dingkis

📅 Selasa, 28 Jan 2025, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Imlek, Nelayan Batam Panen Ikan Dingkis Doc: ANTARA
Ket. Nelayan Belakangpadang, Kota Batam Latif memegang seekor ikan dingkis.

BATAM - Di sekitar perairan Pulau Pecong, Kota Batam, suasana siang terasa tenang dengan angin sepoi dan cuaca yang tidak terlalu terik.

Kecamatan Belakangpadang di Batam, menjelang siang, air laut mulai surut dan para nelayan keluar dari rumah, berkelana ke tengah perairan untuk memanen dingkis, ikan yang banyak dicari menjelang perayaan Imlek di Kepulauan Riau, bahkan di Singapura.

Imlek akan jatuh pada tanggal 29 Januari 2025 ini, dan para nelayan Batam bersemangat untuk menyambutnya dengan panen yang berlimpah.

Panen di Kelong

Nelayan setempat telah mempersiapkan panen sejak pagi hari, dengan alat tradisional, seperti bubu, jaring dan tongkat-tongkat kayu yang menopang perangkap di laut.

Di atas kelong tersebut, beberapa nelayan mendirikan tenda kecil untuk berteduh di bawah Matahari, sambil menunggu waktu menyelam.

Mereka memanfaatkan momen surutnya air laut untuk memeriksa bubu, yakni alat perangkap terbuat dari jaring yang dilapisi dengan cat agar besinya tidak cepat berkarat.

Salah satu nelayan Belakangpadang, Win mengungkapkan bahwa jika airnya masih keruh, maka ikan dingkis tidak akan masuk ke perangkap. Karena itu dia harus menunggu agar kondisi air lebih jernih.

Panen ikan dingkis tidak dilakukan setiap hari, melainkan nelayan membiarkan kelong terpasang selama beberapa pekan dan memastikan ikan masuk ke dalam perangkap.

Saat musim panen, nelayan akan menyelam untuk memeriksa jika ada ikan yang terperangkap. Jika ada, maka bubu akan ditarik ke atas dan ikan dingkis akan dikumpulkan.

Jelang Imlek

Menjelang perayaan Imlek, harga pasaran ikan jenis ini melonjak dari biasanya Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram dapat mencapai Rp220 ribu per kilogram. Bahkan, ikan yang berisi telur dan ukurannya lebih besar bisa dihargai hingga Rp300 ribu per kilogram.

Tingginya permintaan ini tidak lepas dari tradisi masyarakat Tionghoa yang kerap menyajikan ikan dingkis dalam perayaan, baik dengan cara dikukus (steam fish) maupun dipanggang.

Pada momen Imlek, permintaan ikan dingkis dari Batam dan Singapura sangat tinggi, maka para pengepul ikan pun sigap dalam menjemput hasil tangkapan para nelayan untuk dikumpulkan ke tempat penampungan ikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.