Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Imlek, Dodol Bekasi Banjir Pesanan, Ini Rahasianya

24 Minggu, 26 Jan 2025, 08:26 WIB | Oleh:
Jelang Imlek, Dodol Bekasi Banjir Pesanan, Ini Rahasianya Doc: ANTARA
Ket. Karyawan produsen dodol Cahaya Hidup asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sedang membuat cetakan adonan dodol, Sabtu.

BEKASI - Dodol Bekasi mulai kebanjiran pesanan menjelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Resep warisan menjadi faktor mengapa dodol ini sangat digemari masyarakat. 

Produsen dodol khas tahun baru Imlek, Ester (54) asal Kebon Kelapa RT 03/09, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kebanjiran pesanan dari pelanggan dan masyarakat, karena mampu mempertahankan resep warisan turun-temurun.

"Berkat resep warisan turun-temurun yang saya teruskan dari mertua saya sejak tahun 1993, banyak pelanggan lama yang order selain ada juga pembeli baru," kata Ester di Cikarang seperti ditulis Antara, Sabtu (25/1).

Dia mengatakan usaha yang sudah berjalan selama puluhan tahun itu terus ditekuni dengan tetap mempertahankan konsep tradisional dalam proses produksi sebagai salah satu warisan utama bisnis keluarga ini.

Proses produksi secara tradisional itu menggunakan kayu bakar sebagai media memasak. Begitu pula dengan cara memasak yang seluruhnya memakai teknik manual dari tangan-tangan pekerja.

"Rata-rata orang masih ingin yang tradisional karena dari alat dan bahan serta proses pembakaran dari kayu sehingga jadi wangi," ucapnya.

Proses pembuatan dodol ini dimulai dengan membersihkan bahan baku, kemudian menggiling tepung beras dan mencampur dengan cairan gula yang telah dimasak. Setelah itu, adonan dicetak lalu dikukus hingga matang.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang akan jatuh pada 29 Januari 2025 mendatang, permintaan pesanan usaha keluarga ini mulai meningkat dan diperkirakan terus melonjak hingga mendekati perayaan.

Ia mengatakan peningkatan permintaan dodol ini sudah menjadi tradisi setiap menjelang perayaan tahun baru. Alhasil mereka mulai menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan pasar dari dalam maupun luar kota.

Selain beredar di Kabupaten Bekasi, dodol produksi keluarganya juga dikirim ke pelanggan tetap dari luar kota seperti Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung hingga Pamanukan.

"Untuk memenuhi permintaan pelanggan menjelang Imlek, kami sekarang sudah memproduksi dodol dalam ukuran ton dari kilogram pada hari-hari biasa. Omzet puluhan juta lah per hari," katanya.

Dirinya bahkan telah mengantisipasi kenaikan jumlah pesanan dengan menambah karyawan menjadi 12 orang yang berproduksi setiap saat dari semula hanya 10 orang.

"Kalau karyawan ada yang dari warga sekitar ada juga yang dari Kecamatan Pebayuran. Kalau yang dari Pebayuran itu sudah turun-temurun, awalnya dari mertua," katanya.

Ester mengaku tahun ini menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku dodol hingga terpaksa melakukan penyesuaian terhadap harga jual namun tetap mengutamakan kualitas produk.

"Gula, tepung sama beras ketan. Bahan bakunya cuma itu. Harganya semua naik. Terpaksa harga jual juga dinaikkan. Pembeli kadang-kadang yang mengerti, ada juga yang menawar. Harga dodol di sini Rp32 ribu per kilogram. Kalau yang dodol susunan juga dihitung per kilo tapi harganya beda Rp34 ribu," katanya.

Ia tetap meyakini bahwa dengan mempertahankan konsep tradisional, dodol buatannya yang bermerk dagang 'Cahaya Hidup' akan terus menjadi sajian khas di meja-meja makan saat Imlek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.