Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saatnya Wujudkan Perdamaian yang Laggeng, Putin Siap Bertemu Trump untuk Bahas Pelucutan Senjata Nuklir

📅 Sabtu, 25 Jan 2025, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saatnya Wujudkan Perdamaian yang Laggeng, Putin Siap Bertemu Trump untuk Bahas Pelucutan Senjata Nuklir Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Presiden AS Donald Trump.

MOSKOW- Presiden Russia Vladimir Putin siap bertemu dan berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membahas berbagai isu, termasuk pelucutan senjata nuklir, kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Jumat (24/1).

"Putin siap. Kami menunggu sinyal... semua sudah disiapkan. Tak ada gunanya berspekulasi. Jika sudah ada kejelasan, kami akan beri tahu Anda," kata Peskov kepada pers di Moskow.

Seperti dikutip dari Antara, Peskov mengatakan Moskow siap berunding dengan Washington soal pelucutan senjata nuklir, asalkan kapasitas nuklir sekutu-sekutu AS seperti Inggris dan Prancis juga ikut diperhitungkan.

Peskov mengatakan Russia ingin memulai proses negosiasi secepat mungkin demi stabilitas global dan kesejahteraan kedua negara.

"Namun, kenyataan saat ini mengharuskan semua potensi nuklir, termasuk milik Prancis dan Inggris, untuk dipertimbangkan. Tidak mungkin mengabaikan kemampuan (nuklir) mereka dalam dialog," kata Peskov.

Upaya Denuklirisasi

Dia menambahkan banyak waktu terbuang sia-sia dalam upaya denuklirisasi karena AS menghentikan kontak dengan Russia terkait masalah itu.

"Kerangka hukum yang mengatur pengendalian senjata telah hancur, dan itu bukan kesalahan Russia. AS-lah yang menarik diri dari perjanjian internasional, yang akhirnya menghancurkan kerangka ini," kata Peskov.

Menanggapi pernyataan Trump bahwa konflik di Ukraina akan selesai dengan menurunkan harga minyak, Peskov mengatakan konflik tersebut tidak ada kaitannya dengan harga minyak.

"Konflik ini bermula dari ancaman terhadap keamanan nasional Russia, keselamatan warga Russia yang tinggal di wilayah tertentu, dan penolakan warga Amerika dan Eropa untuk menanggapi kekhawatiran Russia. Harga minyak tidak ada kaitannya dengan hal ini," kata Peskov.

Menanggapi laporan media bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy siap berunding dengan Russia, Peskov berpendapat laporan itu tidak berdasar, karena Zelenskyy secara hukum telah melarang negosiasi apa pun dengan Moskow.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Gunung Semeru Catat Aktivit...

Kota Tua Jakarta Bersiap Direvitalisasi

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Bersiap Di...

Menyambut Hari Raya Galungan di Bali

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Menyambut Hari Raya Galunga...
Ekonomi
Ekspor Mebel dan Kerajinan ...

Jamu Didorong Menembus Pasar Global

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Jamu Didorong Menembus Pasa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.