Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pedagang Ikan dan Nelayan Muara Angke Berharap Pembatasan Impor Ikan Tidak Hanya Sementara

24 Jumat, 24 Jan 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pedagang Ikan dan Nelayan Muara Angke Berharap Pembatasan Impor Ikan Tidak Hanya Sementara Pedagang Ikan dan Nelayan Muara Angke Berharap Pembatasan Impor Ikan Tidak Hanya Sementara Doc: ANTARA
Ket. Ketua Asosiasi Pedangang Ikan Muara Angke (APIMA), Haji Dede, saat berada di Pasar Grosir Ikan Muara Angke Penjaringan Jakarta Utara, Jumat (24/1/2025).

JAKARTA – Nelayan dan pedagang ikan di Muara Angke, Jakarta Utara, mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membatasi impor ikan terutama ikan salem atau makarel dari Tiongkok, pada Januari dan Februari 2025.

"Kami tentu mendukung sekali kebijakan ini karena kehadiran ikan impor jenis salem membuat harga ikan lokal turun," kata nelayan Muara Angke, Kariadi, di Jakarta, Rabu (24/1).

Menurut dia, harga ikan impor yang dijual rendah dan masuk ke pasar tradisional sangat berdampak pada harga jual ikan lokal yang mereka tangkap.

Padahal, ikan jenis serupa juga ada di perairan Indonesia dan hadir di pasaran. Harusnya ini yang dijual sehingga berdampak pada kesejahteraan nelayan.

"Kami pernah buang lagi hasil tangkapan ke laut  karena harga ikan turun sampai 500 rupiah per kilogram,tapi sekarang ini sudah 4.000 rupiah per kilogram," kata dia.

Hal ini dilakukan karena memang hasil tangkapan ikan yang mereka dapat tidak memenuhi kebutuhan. Menurut dia, sekali melaut, nelayan harus mengeluarkan modal hingga tiga juta rupiah per malam.

"Kami berangkat jam 19.00 WIB dan kembali pagi hari. Jadi, itu biaya operasional kami yang meliputi bahan bakar dan biaya-biaya lain," kata dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Muara Angke (APIMA), Haji Dede, mengatakan keberadaan ikan impor ini membuat harga ikan lokal menurun drastis.

Dengan demikian, kalau ada ikan impor maka harga ikan lokal di pasaran hanya dihargai 8 riburupiah hingga 20 ribu rupiah per kilogram.

"Harusnya harga ikan lokal kita bisa 25 ribu rupiah atau 27 ribu rupiah per kilogram," kata dia.

Dia berharap pembatasan impor ikan ini tidak hanya berlangsung sementara, tapi juga untuk seterusnya agar nelayan dapat merasakan kesejahteraan.

"Kami pedagang hanya ikut dengan harga yang ada, dan yang kasihan adalah nelayan yang pergi melaut, tapi hasilnya belum membuat mereka sejahtera," kata dia.

Dia mendukung kebijakan yang dibuat pemerintah Presiden RI, Prabowo Subianto, yang sangat peduli dengan kesejahteraan nelayan.

"Pembatasan ini sangat menguntungkan nelayan dan membuat harga ikan lokal lebih baik. Diakui, selama ini ikan salem impor yang kerap mengacaukan harga pasar ikan," kata dia.

Sebelumnya, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan imbauan kepada perusahaan perikanan agar memakai produksi ikan dalam negeri untuk pasokan bahan baku pemindangan selama periode Januari–Februari 2025.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor B.111/DJPDSPKP.2/PDS.120/I/2025 tertanggal 14 Januari 2025 yang ditandatangani Direktur Logistik, Berny A Subki, atas nama Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sulut Juara Umum Kejurnas P...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.