BI Dituding Turunkan Suku Bunga Acuan Sebagai Strategi Tingkatkan Penjualan SBRI
📅 Kamis, 16 Jan 2025, 01:25 WIB | Oleh: Tim RedaksiTopang Rupiah
Sebelumnya Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky berharap BI menahan suku bunga acuan untuk menopang rupiah yang masih berada di bawah tekanan sepanjang Desember 2024.
Meskipun The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,25 persen hingga 4,5 persen pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Desember 2024, namun arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, jelas Riefky masih berlanjut.
LPEM mencatat, sejak pertengahan Desember 2024 hingga pertengahan Januari 2025, arus modal keluar dari Indonesia mencapai 750 juta dollar AS atau 12,22 triliun rupiah dengan asumsi kurs 1 dollar AS setara dengan 16.292 rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka tersebut terdiri atas 120 juta dollar AS (1,96 triliun rupiah) keluar dari pasar obligasi dan 630 juta dollar AS atau 10,26 triliun rupiah keluar dari pasar saham. Selama periode itu, Riefky mengatakan bahwa rupiah melanjutkan depresiasi ke level 16.195 per dollar AS pada 9 Januari 2025 atau turun 2,11 persen dari level bulan sebelumnya 15.860 per dollar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!