Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurangi Makanan Ultra Proses demi Hindari Berbagai Masalah Kesehatan

📅 Rabu, 15 Jan 2025, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Makanan Ultra Proses demi Hindari Berbagai Masalah Kesehatan Doc: ANTARA/Shutterstock

JAKARTA - Makanan ultra-proses belakangan menjadi sorotan, sayangnya, tidak dalam arti yang baik karena penelitian terus menunjukkan bahwa pola makan tinggi makanan ultra-proses berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.

Makanan ultra proses berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2.

Dikutip dari Health, Rabu (15/1), makanan ultra-proses mencakup berbagai jenis, mulai dari hotdog hingga camilan asin bahkan roti gandum utuh. Tidak semuanya memiliki dampak buruk yang sama terhadap kesehatan.

Banyak makanan ultra-proses sebenarnya mengandung nutrisi yang bernilai, ungkap Valerie Sullivan, PhD, MHS, RDN, asisten ilmuwan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

“Oleh karena itu, ada keraguan untuk membuat rekomendasi menyeluruh agar menghindari semua makanan ultra-proses,” kata dia.

Namun, bukti konsisten menunjukkan bahwa jenis makanan tertentu dalam kategori ini memiliki dampak buruk terhadap kesehatan.

Studi pada September 2024, yang melibatkan lebih dari 200 ribu orang dewasa di AS, mengidentifikasi beberapa makanan paling berisiko untuk kesehatan kardiovaskular.

Jika ingin mengurangi konsumsi makanan ultra-proses namun bingung harus mulai dari mana, para ahli merekomendasikan untuk memprioritaskan tiga kelompok makanan ini:

1. Daging Olahan

“Saya akan mulai dengan daging olahan, yang secara konsisten dikaitkan dengan penyebab utama kematian,” kata Mingyang Song, ScD, profesor epidemiologi klinis dan nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Meskipun mengandung protein (dan dalam beberapa kasus, zat besi), daging olahan memiliki kelemahan nutrisi yang serius, seperti kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi, jelas Bonnie Liebman, MS, Direktur Nutrisi di Center for Science in the Public Interest.

Studi September menunjukkan daging olahan seperti bacon, sosis, hotdog, ham, dan daging olahan lainnya termasuk makanan yang paling sering dikaitkan dengan masalah kardiovaskular.

Selain itu, International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan daging ini sebagai karsinogen.

Sebagai alternatif, pilihlah sumber protein hewani yang lebih sehat, seperti ayam atau kalkun panggang, ikan, dan daging merah tanpa lemak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Gel...

Jonatan Christie Amankan Tempat di Semifinal

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Amankan Te...
Olahraga
Sabar dan Reza Sukses Menem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.