Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angin Santa Ana Picu Kebakaran Mematikan di California, Bagaimana Bisa Terjadi?

📅 Senin, 13 Jan 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Biasanya, California Selatan pada saat ini sudah menerima cukup hujan sehingga vegetasinya lembap dan sulit terbakar. Sebuah studi beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa kelembapan musim gugur dapat mengurangi risiko kebakaran akibat angin Santa Ana.

Namun, tahun ini California Selatan sangat kering. Curah hujan selama beberapa bulan terakhir juga amat sedikit. Dengan angin ekstrem seperti ini, terciptalah badai sempurna untuk kebakaran hebat.

Sangat sulit memadamkan kebakaran dalam kondisi seperti ini. Pemadam kebakaran di daerah tersebut akan memberi tahumu bahwa jika ada kebakaran yang didorong oleh angin Santa Ana, mereka akan mengevakuasi orang-orang dan mengendalikan tepinya.

Namun, dengan tiupan angin seperti ini, hampir tidak mungkin menghentikan kebakaran sampai ia mereda.

Negara bagian lain juga mengalami kebakaran serupa—didorong oleh angin menurun yang kuat. Saat kebakaran Chimney Tops 2 di Tennessee pada November 2016, angin menurun yang kuat menyebarkan api ke rumah-rumah di Gatlinburg. Kejadian tersebut menewaskan 14 orang dan menghancurkan lebih dari 2.500 rumah.

Sementara itu, Boulder County, Colorado, kehilangan sekitar 1.000 rumah ketika angin kuat yang turun dari pegunungan menyebarkan kebakaran Marshall pada Desember 2021.

Apakah angin Santa Ana berubah seiring waktu?

Peristiwa angin Santa Ana bukan hal baru, tetapi saat ini lebih sering terjadi pada waktu-waktu tertentu dalam setahun.

Saya dan kolega baru saja menerbitkan makalah yang membandingkan 71 tahun peristiwa angin Santa Ana, sejak 1948. Kami menemukan jumlah aktivitas angin Santa Ana secara keseluruhan tetap sama, tetapi waktunya bergeser dari lebih sedikit peristiwa pada September—lebih banyak pada Desember dan Januari.

Karena tren perubahan iklim terdokumentasi dengan baik, ada kecenderungan untuk mengaitkannya dengan pemanasan global. Namun, sejauh ini belum ada bukti kuat yang mendukungnya.

California sedang mengalami kebakaran yang lebih merusak dibandingkan sebelumnya. Ini tidak hanya disebabkan oleh perubahan iklim dan angin, tetapi juga karena pertumbuhan populasi.

Saat ini, lebih banyak orang tinggal di kawasan liar dan pinggirannya. Jaringan listrik kemudian berkembang bersamaan dengan hal itu. Ini menciptakan lebih banyak peluang untuk memicu kebakaran.

Dalam cuaca ekstrem, saluran listrik menghadapi risiko jatuh atau terkena cabang pohon yang lebih besar sehingga bisa memantik kebakaran. Area terbakar yang terkait dengan saluran listrik telah meningkat pesat. Pada hari ini, saluran tersebut menjadi sumber utama kebakaran yang merusak di California Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.