Cuaca Ekstrem, Warga Sukabumi Diminta Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi
Minggu, 12 Jan 2025, 10:16 WIBSUKABUMI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau warga untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem dan ditandai turunnya hujan deras disertai angin kencang.
"Informasi prakiraan cuaca dari BMKG cuaca buruk (hujan deras disertai angin kencang) masih berpotensi terjadi di Kabupaten Sukabumi hingga Maret. Maka dari itu, kami imbau masyarakat untuk selalu waspada terjadinya bencana seperti tanah longsor, angin kencang, pergerakan tanah, dan banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena di Sukabumi, Jumat (10/1).
Menurut Deden, untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa serta meminimalkan dampak bencana, pihaknya terus melakukan mitigasi dengan melakukan pemetaan daerah rawan bencana serta mengeluarkan imbauan kepada seluruh kalangan agar selalu waspada.
Seperti diketahui, seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 47 masuk dalam zona rawan bencana hidrometeorologi. Untuk itu, prakiraan cuaca dari BMKG harus menjadi peringatan karena bencana yang dipicu hujan deras disertai angin kencang bisa terjadi kapan dan di mana saja.
Meskipun sejak awal tahun, hujan deras tidak turun sepanjang dan setiap hari, tetapi beberapa hari ke belakang hujan deras sempat melanda beberapa kecamatan yang berada di wilayah utara maupun selatan Kabupaten Sukabumi.
Selain itu, musibah yang terjadi di 39 kecamatan pada 3-4 Desember 2024 yang mengakibatkan puluhan ribu warga terdampak dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan bangunan dan fasilitas yang parah harus menjadi perhatian semua pihak.
Untuk mengantisipasi dan meminimalkan dampak bencana, Bupati Sukabumi Marwan Hamami sejak awal Desember tahun lalu mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sukabumi yang diedarkan kepada para camat untuk siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi hingga Maret mendatang.
"Peringatan dan imbauan yang kami keluarkan ini bukan untuk menakuti warga, tetapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu waspada dengan ancaman bencana hidrometerologi," tambahnya.
Di sisi lain, Deden mengatakan seluruh kecamatan yang terdampak bencana pada Desember lalu sudah mendapatkan penanganan, saat ini Pemkab Sukabumi yang dibantu Pemprov Jabar serta pemerintah pusat tengah fokus melakukan pemulihan salah satunya membangun ratusan hunian tetap aman gempa untuk penyintas bencana yang kehilangan tempat tinggal atau rumah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Masuk Hari Kedua, Tim SAR Perluas Upaya Pencarian Dzikri Maulana yang Hilang di Gunung Ijen
-
DPRD DKI: Raperda Pangan Solusi Harga Murah dan Stok Melimpah
-
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Siang hingga Sore, Warga Diminta Antisipasi Aktivitas Luar Ruangan
-
156 Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka 2026 di Palangka Raya
-
Gempa Bumi Terkini 13 Maret 2026
-
Pemantauan Hilal di Ibu Kota Nusantara
-
Dana Desa Lebih Banyak ke KDMP, Desa Didorong Jadi Mesin Ekonomi Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.