Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revitalisasi KUD untuk Wujudkan Swasembada Pangan

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revitalisasi KUD untuk Wujudkan Swasembada Pangan Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat berdialog bersama pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren An-Nur 2, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (10/1/2025).

Malang - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyatakan pelaksanaan revitalisasi koperasi unit desa (KUD) menjadi langkah strategis dalam misi mewujudkan swasembada pangan.

"Program ini (revitalisasi KUD) merupakan prioritas Kementerian Koperasi yang sesuai amanat dari Presiden sebagai instrumen penting membantu pemerintah untuk swasembada pangan," kata Ferry di Pondok Pesantren An-Nur 2, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

Revitalisasi KUD merupakan satu dari 12 program prioritas yang dijalankan oleh Kementerian Koperasi pada tahun 2025 untuk mendukung program Astacita dari Presiden Prabowo Subianto.

Ferry menjelaskan pada tahap awal pihaknya menginventarisasi aset-aset milik KUD, seperti kantor maupun gudang. Setelah proses selesai, Kementerian Koperasi akan melakukan pengembangan pada sektor usaha.

"Salah satu yang dimungkinkan adalah kami akan melengkapinya dengan (alat) dryer supaya bisa mengurangi kadar air pada gabah kering panen yang dihasilkan oleh petani, sehingga bisa diserap oleh Bulog," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam hal transformasi penyaluran pupuk melalui gabungan kelompok tani.

"Insya Allah dalam waktu dekat ada peraturan presiden yang akan mengatur skema penyaluran pupuk bersubsidi kepada Gapoktan berbadan usaha koperasi," ucap dia.

Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo memastikan mendukung penuh pelaksanaan revitalisasi KUD yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi.

"Sementara kami piloting untuk Pabrik Gula Krebet itu melalui koperasi sekudernya dan sekarang yang premier itu berupa KUD kami revitalisasi," kata Supomo.

LPDB-KUMKM akan membantu pengembangan dari sisi bisnis. Sedangkan, untuk Kementerian Koperasi pada sistem kelembagaan KUD.

Menurut dia, dua aspek itu memang harus dilakukan penguatan secara bersama-sama.

"Nilainya tergantung pada serapan dari masing-masing KUD, sekarang yang dipersiapkan di awal Rp70 miliar untuk pupuk sehingga kami bergerak dari hulu ke hilir. Main distributor pupuk itu kami sudah bukakan dengan pupuk Indonesia, kemudian hilirnya diserap oleh KUD untuk memupuk tebu," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.