Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Los Angeles Selidiki Penyebab Kebakaran yang Menghancurkan Ribuan Rumah

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 16:22 WIB | Oleh:
Los Angeles Selidiki Penyebab Kebakaran yang Menghancurkan Ribuan Rumah Doc: AP
Ket. Megan Mantia dan pacarnya Thomas melihat rumahnya ludes akibat kebakaran hebat yang melanda Eaton Rabu, 8 Januari 2025, di Altadena, California.

LOS ANGELES - Warga California pada Jumat (10/1) menuntut agar dilakukan penyelidikan terhadap siapa yang bersalah atas kehancuran besar akibat kebakaran hutan  di Los Angeles, saat jam malam yang ketat diberlakukan untuk mencegah penjarahan dan pelanggaran hukum.

Setidaknya 11 orang tewas ketika api melalap permukiman dan menghanguskan ribuan rumah dalam bencana yang disamakan dengan "adegan perang" oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Kemarahan meningkat terkait kesiapan dan tanggapan para pejabat, terutama serangkaian alarm evakuasi palsu dan hidran mengering saat petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api awal.

Gubernur Gavin Newsom pada hari Jumat memerintahkan "tinjauan independen penuh" terhadap utilitas kota, dan mengatakan kurangnya pasokan air "sangat meresahkan".

"Kami butuh jawaban tentang bagaimana itu bisa terjadi," tulisnya dalam surat terbuka.

Warga seperti Nicole Perri, yang rumahnya di kawasan mewah Pacific Palisades terbakar, mengatakan kepada AFP, para pejabat "benar-benar mengecewakan kami".

"Mereka membiarkan kami, orang-orang biasa, terbakar," imbuh Nicholas Norman, di seberang kota di Altadena.

Kobaran api pada Jumat malam mendorong evakuasi wajib baru dari lingkungan mewah di sepanjang sisi timur kebakaran, termasuk Getty Center yang terkenal.

Dibangun dengan biaya $1 miliar dan sebagian terbuat dari batu travertine tahan api, museum yang terkenal ini memiliki 125.000 karya seni.

Sementara itu, seiring meningkatnya kekhawatiran akan terjadi penjarahan, jam malam diberlakukan di wilayah yang dievakuasi, mulai matahari terbenam hingga matahari terbit.

Sekitar 24 orang ditangkap di seluruh Los Angeles, beberapa penduduk mengorganisir patroli jalanan dan menjaga rumah mereka dengan senjata.

"Jika kami melihat Anda di area ini, Anda akan ditangkap," kata kepala Departemen Kepolisian Los Angeles Jim McDonnell.

Pelanggar menghadapi hukuman enam bulan penjara atau denda US$1.000, katanya.

Garda Nasional dikerahkan untuk memperkuat penegakan hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.