Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump: Anggota NATO Harus Tingkatkan Anggaran

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump: Anggota NATO Harus Tingkatkan Anggaran Doc: AFP/Aris MESSINIS
Ket. Ketua NATO, Mark Rutte

PALM BEACH – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (7/1) mendesak anggota NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), menggarisbawahi klaim lamanya bahwa mereka membayar terlalu rendah untuk mendapat perlindungan dari AS.

“Mereka semua mampu membayarnya, tetapi seharusnya 5 persen, bukan hanya 2 persen,” kata Trump kepada wartawan.

“Eropa hanya akan menerima sebagian kecil dari uang yang kita terima. Kita punya sesuatu yang disebut lautan di antara kita, benar? Mengapa kita bisa mendapatkan miliaran dollar lebih banyak daripada Eropa?” kata Trump.

Trump telah lama bersikap skeptis terhadap NATO, landasan keamanan di Eropa sejak Perang Dunia II, dan mengulangi ancaman yang sudah lazim pada Desember lalu untuk meninggalkan aliansi tersebut jika para anggotanya tidak meningkatkan pengeluaran.

32 negara aliansi transatlantik pada tahun 2023 menetapkan tingkat minimum untuk pengeluaran pertahanan sebesar 2 persen dari PDB, dan invasi Russia ke Ukraina telah mengguncang NATO untuk memperkuat sayap timurnya dan meningkatkan pengeluaran.

Trump bukan satu-satunya pejabat tinggi yang menyerukan kenaikan karena ketua NATO, Mark Rutte, juga mengatakan pada Desember bahwa mereka akan membutuhkan lebih dari 2 persen (dari PDB).

Rutte juga memperingatkan bahwa negara-negara Eropa tidak siap menghadapi ancaman perang di masa depan dengan Russia, dan meminta mereka untuk menambah dengan segera pengeluaran pertahanan mereka.

Perang Russia-Ukraina

Dalam pernyataannya pada Selasa, Trump mengklaim bahwa Presiden Joe Biden memutuskan Ukraina harus dapat bergabung dengan NATO, yang menyiratkan bahwa hal ini membantu menyebabkan invasi besar-besaran Russia pada Februari 2022.

"Di suatu tempat, Biden berkata, tidak, mereka seharusnya bisa bergabung dengan NATO. Nah, Russia punya seseorang di dekat mereka, dan saya bisa memahami perasaan mereka tentang itu," kata Trump.

Sekutu NATO pada kenyataannya menyetujui keanggotaan Ukraina pada 2008, ketika George W Bush menjabat sebagai Presiden AS, sementara AS dan Jerman baru-baru ini mundur dari mengizinkan Kyiv untuk bergabung karena takut hal itu dapat menyeret aliansi tersebut ke dalam perang dengan Russia.

Trump sendiri telah berjanji untuk menekan agar dicapai kesepakatan cepat guna mengakhiri perang Russia, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan bantuan militer AS untuk Kyiv yang telah menjadi kunci dalam membantunya melawan serangan Moskwa.

“Konflik tersebut tidak seharusnya terjadi,” kata Trump seraya menambahkan bahwa ia menjamin, jika menjadi presiden, maka perang tidak akan pernah terjadi. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.