Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Stabilisasi Harga Pangan, Rubuan Ton Beras Asal Myanmar Masuk ke NTB

📅 Senin, 06 Jan 2025, 08:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Stabilisasi Harga Pangan, Rubuan Ton Beras Asal Myanmar Masuk ke NTB Doc: istimewa

MATARAM - Sebanyak 5.900 ton beras impor asal Myan­mar yang digunakan untuk memperkuat stok cadangan be­ras pemerintah (CBP) masuk ke wilayah Nusa Tenggara Ba­rat (NTB) melalui Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat. CBP tersebut dipakai untuk kebutuhan penyaluran program bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga me­lalui penjualan beras SPHP hingga antisipasi krisis pangan.

“Saat ini sedang berlangsung proses bongkar beras eks Myanmar sebanyak 5.900 ton di Pelabuhan Lembar, Lom­bok Barat. Beras tersebut digunakan untuk penguatan stok cadangan beras pemerintah di Nusa Tenggara Barat,” ujar Pimpinan Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB, Sri Muniati di Mataram, Sabtu (4/1).

Pada 2024, pemerintah pusat telah mengadakan rapat koordinasi terbatas dalam rangka percepatan penerimaan importasi cadangan beras pemerintah. Bulog NTB melalui Pelabuhan Lembar menjadi salah satu destinasi kedatang­an beras impor.

Sri mengungkapkan stok beras cadangan pemerintah yang kini dikuasai Bulog NTB masih memadai untuk me­menuhi kebutuhan penyaluran selama kurun waktu tiga bulan ke depan.

Meski demikian, Bulog juga perlu memperhatikan pe­nyediaan cadangan stok minimal untuk kebutuhan tiga bu­lan penyaluran berikutnya.

“Stok beras luar negeri yang baru tiba itu dapat mem­perkuat stok beras cadangan pemerintah di Nusa Tenggara Barat,” kata Sri.

Bulog NTB saat ini menunggu pemasukan kuota baru cadangan beras pemerintah melalui pengadaan dalam ne­geri yang akan berlangsung dalam waktu dekat saat masa panen raya di seluruh wilayah Nusa Tenggara. Barat.

Sri mengimbau masyarakat tidak panik terhadap kon­disi pasar karena stok cadangan pangan pemerintah kian memadai melalui suplai beras impor tersebut.

“Kami siap menyalurkan kembali cadangan beras peme­rintah untuk mengimbangi harga beras medium,” ucapnya.

Harga beras level menengah saat ini berada di atas harga eceran tertinggi 12.500 rupiah per kilogram atau rata-rata sudah mencapai 13.200 rupiah per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.