Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Osaka Tampil di Final WTA yang Telah Lama Ditunggu-tunggu di Auckland

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 09:51 WIB | Oleh:
Osaka Tampil di Final WTA yang Telah Lama Ditunggu-tunggu di Auckland Doc: ANTARA/REUTERS
Ket. Arsip foto - Petenis putri Jepang Naomi Osaka mengembalikan bola ke arah petenis AS Katie Volynets dalam pertandingan China Open di China National Tennis Center, Beijing, Senin (30/9/2024).

JAKARTA - Mantan petenis nomor satu dunia Naomi Osaka mengamankan tempat di final tunggal WTA yang telah lama ditunggu-tunggu di Auckland, setelah mengalahkan Alycia Parks 6-4, 6-2, Sabtu (4/1).

Osaka membutuhkan waktu satu jam 11 menit untuk mengalahkan Parks, memastikan tempat di final pertamanya sejak menjadi runner-up atas Iga Swiatek di Miami pada 2022.

Ia akan berhadapan dengan Clara Touson yang tampil di final tingkat tur pertamanya sejak 2021 dengan mengalahkan semifinalis WTA pertama kali Robin Montgomery 6-4, 6-3.

Unggulan ke-7 Osaka dan unggulan ke-5 Tauson akan bertanding untuk memperebutkan gelar WTA 250, Minggu, yang akan menjadi pertemuan pertama dalam karier antara kedua petenis kuat ini.

"Saya belum pernah mencapai final turnamen seminggu sebelum Melbourne, jadi ini seperti yang pertama dalam karier saya," kata Osaka, juara Australian Open dua kali, dikutip dari WTA.

"Saya sangat senang selalu ada hal yang dapat diperbaiki atau ditingkatkan, tidak peduli berapa usia Anda."

Osaka tertinggal 3-1 di set pertama pada babak semifinal, tetapi ia bangkit dan memenangi empat gim berturut-turut untuk memimpin 5-3. Parks melepaskan ace untuk mempertahankan kedudukan 5-4 dan memperoleh dua break point di gim berikutnya, tetapi Osaka berjuang keras dan merebut keunggulan satu set.

Melakukan servis untuk pertandingan pada kedudukan 5-2 di set kedua, Osaka menghadapi rentetan pukulan kuat dari Parks dan tertinggal 0-40. Namun servis gemilang Osaka menyelamatkannya dari kesulitan itu, dan ia menyelesaikan serangan balik dengan backhand yang kuat.

"Saya hanya berusaha bertahan," kata Osaka.

"Dia (Parks) melakukan pukulan yang sangat menakjubkan, dan saya terus berpikir, 'Beri dia satu bola lagi untuk dimainkan, cobalah untuk beruntung.' Saya tahu ada satu bola net cord yang sangat saya butuhkan -- jadi saya benar-benar minta maaf kepadanya, tetapi saya membutuhkannya."

Pekan ini menandai semifinal dan final WTA pertama Osaka sejak ia kembali dari cuti hamil 12 bulan lalu. Osaka kini tinggal satu kemenangan lagi untuk meraih gelar pertamanya sejak ia mengklaim gelar Grand Slam keempatnya di Australian Open 2021.

Parks bertanding di semifinal WTA pertamanya sejak ia memenangi gelar tunggal pertamanya di Lyon hampir dua tahun lalu. Parks memainkan dua pertandingan pada Sabtu (4/1), memenangi perempat final dalam ruangan yang tertunda karena hujan atas rekan senegaranya dari Amerika Katie Volynets dengan skor 6-1, 6-4 pada pagi hari.

Sementara Tauson, mantan petenis nomor satu dunia junior itu memenangi dua gelar WTA dan mencapai final di musim gemilangnya tahun 2021, tetapi ia belum kembali lagi bermain untuk merebut trofi tunggal WTA lainnya sejak saat itu.

Semua berubah setelah Tauson memenangi dua pertandingan pada Sabtu (4/1). Pertama, petenis nomor satu Denmark itu menang 6-4, 7-6(7) di perempat final atas unggulan nomor satu asal AS Madison Keys. Pertandingan itu ditunda semalam karena hujan dengan Tauson unggul 6-4, 3-4.

Tauson melanjutkan dengan kemenangan semifinalnya atas petenis Amerika lainnya, Montgomery. Tauson memegang 14 break point dalam pertandingan itu, mematahkan servis Montgomery empat kali dalam perjalanannya ke final, Minggu.

"Saya benar-benar bekerja keras untuk mencapai level ini lagi setelah banyak cedera, jadi saya sangat senang dengan hasil ini," kata Tauson.

"Robin adalah pemain hebat dan kami menjalani pertandingan yang hebat hari ini, menurut saya. Saya senang bisa tetap tenang dan menang hari ini."

"Sudah beberapa tahun sejak terakhir kali saya berada di final seperti ini. Saya akan mencoba menikmatinya semampu saya," ujar petenis berusia 22 tahun itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.