Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Urban Farming Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Kepulauan Seribu

📅 Kamis, 02 Jan 2025, 18:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Urban Farming Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Kepulauan Seribu Doc: ANTARA
Ket. Petugas memanen sayuran hasil pertanian perkotaan (urban farming) yang dilakukan di docking kapal Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

JAKARTA – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu menggiatkan pertanian perkotaan (urban farming) dengan melibatkan masyarakat di wilayah tersebut sebagai upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan.

"Kepulauan Seribu memiliki potensi yang luar biasa untuk memanfaatkan lahan sempit," kata Kepala Suku Dinas (Sudin) KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, di Jakarta,Kamis (2/1).

Ia mengatakan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman karena wilayah ini memiliki sinar matahari yang penuh. "Ini yang diperlukan oleh tanaman," kata dia.

Nurliati mencontohkan adanya penanaman sayur hidroponik di docking kapal, RT 01/01 Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, yang hari ini bisa dipanen 10 kilogram (kg) sayuran.

Sayuran yang dipanen berupa pakcoy dan kangkung, lalu dibagikan kepada warga sekitar dan dikonsumsi oleh petugas docking yang merawat dan menanam.

"Hasil panen totalnya ada 10 kilogram yang terdiri kangkung sebanyak lima kilogram dan pakcoy sebanyak lima kilogram," kata dia.

Ia menjelaskan kegiatan panen ini juga sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

"Kami berharap ke depan kebutuhan sayuran masyarakat bisa terpenuhi secara mandiri melalui urban farming," kata dia.

Manih (42),warga Pulau Lancang, mengaku senang menerima sayuran yang dibagikan kepada warga. Sayuran yang dihasilkan di area docking bagus-bagus, hijau dan segar.

"Sayurannya bagus dan hijau-hijau. Ini dapat mengurangi pengeluaran belanja rumah tangga untuk membeli sayuran sekaligus meningkatkan asupan gizi keluarga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.