Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jaktim Sasar Pertanian Perkotaan Jadi 'Edufarm'

📅 Senin, 28 Apr 2025, 21:00 WIB | Oleh:
Pemkot Jaktim Sasar Pertanian Perkotaan Jadi 'Edufarm' Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan panen serentak di Lahan Pertanian Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (19/3).

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyasar area pertanian perkotaan (urban farming) di Jalan Raya Pulo Geban RW 06, Cakung, Jakarta Timur untuk menjadi area pendidikan pertanian (Edufarm) karena banyak dikunjungi masyarakat.

"Lahan ini akan kita optimalkan dengan menggandeng potensi yang ada. Kita berharap ini menjadi pusat Edufarm, terutama bagi masyarakat setempat," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto di Jakarta Timur, Senin.

Dengan area urban farming di atas lahan seluas 12.567 meter persegi ini, lanjut dia, masyarakat tak perlu jauh-jauh untuk belajar pertanian perkotaan (urban farming).

Lahan ini sebelumnya tidak terawat, lalu dijadikan kebun anggur dan terus berkembang menjadi area urban farming dengan banyak tanaman.

Urban farming di RW 06, Kelurahan Pulo Gebang saat ini dikelola dua orang petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Suku Dinas KPKP Jakarta Timur.

Kedua petugas itu, kata Taufik, sudah mendapatkan pembinaan penyuluhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di bawah koordinasi Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Suku Dinas KPKP Jakarta Timur.

"Saat ini sudah ada rumah kaca (green house) seluas 144 meter persegi sebagai tempat tanam 600 bibit Cabai dan Terung. Sistem penyiraman dan pemupukannya sudah menggunakan teknologi Internet of Things (IoT)," ujarnya.

Menurut Taufik, estimasi panen cabai di rumah kaca dalam setahun bisa mencapai 950 kilogram hingga 1,2 ton. Selain itu, berbagai tanaman sayur mayur dan buah juga dapat dipanen di luar area tanam.

Selain itu, lokasi ini terdapat kebun anggur dengan lima varietas lokal dan 37 impor. Kemudian, sejumlah komoditas lain yang ditanam seperti, terung, pepaya, pisang, bawang merah, sayuran dan lainnya.

"Kami juga membuat empat kolam ikan Nila dan Lele sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus untuk mengedukasi warga," ucap Taufik.

Adapun pengembangan menjadi edufarm juga akan dilakukan penanaman tanaman khas endemi Jakarta Timur seperti, salak, duku, melinjo, dan lainnya. Oleh karena itu, masyarakat berperan penting dalam melestarikan tanaman-tanaman agar tidak punah.

Adapun lahan urban farming di RW 06, Pulo Gebang setiap hari rutin dilakukan perawatan dan pengecekan. Setiap harinya ada saja warga yang berkunjung untuk bertanya atau belajar bagaimana cara perawatan dan menanam tanaman sayur mayur maupun tanaman obat keluarga.

Kehadiran urban farming di wilayah itu juga sangat diapresiasi warga karena warga bisa belajar bercocok tanam di lahan tersebut.

"Urban farming di sini dapat menjadi sarana edukasi untuk bercocok tanam. Kebetulan warga di sini yang jumlahnya mencapai 3.000 KK dengan 13.400 jiwa juga tertarik dengan pertanian perkotaan," jelas Taufik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.