Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panen Manfaat Ganda: Urban Farming dan Pengelolaan Sampah Tingkatkan Ekonomi dan Atasi Krisis Iklim

📅 Senin, 26 Mei 2025, 12:00 WIB | Oleh:
Panen Manfaat Ganda: Urban Farming dan Pengelolaan Sampah Tingkatkan Ekonomi dan Atasi Krisis Iklim Doc: ANTARA
Ket. Pelatihan Teknis Penyiapan Media Tanam dan Pemupukan yang diadakan oleh Rumpun Perempuan Sultra (RPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (26/5) hari ini.

KENDARI – Kelompok Rumpun Perempuan Sultra (RPS) di Sulawesi Tenggara sedang giat mengedukasi masyarakat tentang manfaat besar urban farming dan pengelolaan sampah rumah tangga. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memberdayakan ekonomi perempuan dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi strategi jitu dalam mitigasi dampak perubahan iklim yang semakin terasa.

Pendamping Kelompok Konstituen RPS, Siti Zahara, menjelaskan bahwa pelatihan di Kendari fokus pada peningkatan keterampilan bertanam di perkotaan (urban farming) dan pengolahan sampah.

"Ini bukan sekadar hobi, tapi menjadi peluang usaha ekonomi keluarga yang nyata dan sekaligus berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim," ujar Siti kepada Koran Jakarta, hari ini. Program yang didukung Inklusi BaKTI, Pemerintah Indonesia, dan Pemerintah Australia ini menunjukkan bagaimana aktivitas lokal bisa memberikan dampak global.

Siti Zahara berharap, setelah pelatihan ini, para peserta bisa menjadi penggerak di komunitasnya. Dengan semakin banyak orang terlibat dalam urban farming dan pengelolaan sampah, dampak positifnya akan semakin meluas, menjadikan lingkungan lebih bersih dan masyarakat lebih sejahtera.

Urban farming memungkinkan keluarga memenuhi kebutuhan sayur-mayur sendiri, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dengan menjual kelebihan panen. Ini adalah langkah konkret menuju ketahanan pangan keluarga.

Di sisi lain, pengelolaan sampah rumah tangga, seperti mengolahnya menjadi kompos, secara signifikan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA dan menghasilkan pupuk alami yang menyuburkan tanah. Kedua aktivitas ini secara langsung mengurangi jejak karbon dan emisi gas rumah kaca.

Dr. Ir. Suriati, M.Eng., seorang pakar lingkungan dari Universitas Halu Oleo, mengapresiasi upaya ini. "Urban farming dan pengelolaan sampah adalah solusi cerdas untuk dua masalah sekaligus: ekonomi rumah tangga dan lingkungan. Dengan menanam sendiri, masyarakat bisa menekan pengeluaran belanja harian. Mengelola sampah berarti mengurangi beban lingkungan, menciptakan sumber daya baru seperti kompos, dan secara langsung mengurangi emisi metana dari tumpukan sampah," jelasnya.

Sejalan dengan itu, Ibu Ani Lestari, seorang peserta pelatihan dari Kelurahan Tobimeita, pun merasakan langsung dampak positifnya. "Dulu sampah dapur kami menumpuk, sekarang bisa jadi pupuk untuk tanaman. Kami juga jadi bisa menanam sayur sendiri, tidak perlu beli lagi. Ini sangat membantu ekonomi keluarga dan lingkungan kami jadi lebih bersih," ungkapnya antusias.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.