Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi dari Tiongkok Ungkap Susu Murni-Lemak Susu Tak Berdampak Besar bagi Metabolisme

📅 Kamis, 02 Jan 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi dari Tiongkok Ungkap Susu Murni-Lemak Susu Tak Berdampak Besar bagi Metabolisme Doc: Xinhua

BEIJING - Konsumsi susu murni dan lemak susu dalam jangka panjang tidak secara signifikan meningkatkan berat badan atau beban lipid (zat lemak) darah pada tikus, menurut studi baru yang dilakukan oleh para peneliti Tiongkok.

Studi itu, yang dilakukan oleh para peneliti dari institut pangan dan gizi di bawah Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok, Universitas Tsinghua, dan Akademi Ilmu Pertanian Tiongkok (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS) baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal iMeta.

Susu merupakan bahan pangan pokok bagi lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi.

Menurut studi tersebut, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, temuan terbaru mengindikasikan bahwa lemak susu kemungkinan tidak berkontribusi terhadap risiko ini sehingga efek jangka panjang dari konsumsi lemak susu terhadap metabolisme lipid masih belum jelas.

Untuk mengeksplorasi hal ini lebih jauh, para peneliti melakukan percobaan selama tujuh pekan pada tikus, membagi tikus-tikus itu menjadi dua kelompok dengan satu kelompok menjalani pola makan normal, sementara yang lain menjalani pola makan tinggi lemak. Kedua kelompok menerima dosis harian susu murni sebanyak 15 mililiter atau lemak susu sebanyak 0,5 mililiter. Jumlah itu setara dengan manusia yang mengonsumsi lebih dari 2 kilogram susu atau 100 gram lemak susu setiap harinya selama lima tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik susu murni maupun lemak susu tidak secara signifikan memengaruhi berat badan atau beban lipid darah pada tikus, terlepas dari tipe pola makan mereka.

Studi itu juga menemukan bahwa susu murni dan lemak susu meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus dan meningkatkan keberadaan bakteri dan metabolit utama yang berkaitan dengan regulasi lipid.

"Penelitian ini menjawab kekhawatiran yang telah lama ada tentang susu murni dan lemak susu," ujar Wang Jiaqi, seorang peneliti di CAAS.

"Penelitian ini juga memberikan wawasan berharga bagi industri makanan dan kebijakan nutrisi global, serta memaksimalkan efisiensi sumber daya makanan," ujar dia.

Temuan tersebut berkontribusi terhadap upaya untuk memahami efek jangka panjang susu murni dan lemak susu terhadap kesehatan lipid darah, kata Wang. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proses Evakuasi Korban Ledakan Rumah di Medan

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Proses Evakuasi Korban Leda...
Nasional
DPR Tetapkan Hasil Seleksi ...
Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.