Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tentara Korut Bunuh Diri untuk Hindari Penangkapan oleh Ukraina

📅 Selasa, 31 Des 2024, 02:30 WIB | Oleh:
Tentara Korut Bunuh Diri untuk Hindari Penangkapan oleh Ukraina Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Ket. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby

WASHINGTON DC – Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa beberapa tentara Korea Utara (Korut) memilih bunuh diri daripada menyerah kepada pasukan Ukraina dalam pertempuran di wilayah Kursk, Russia. Laporan itu mengemuka setelah Ukraina melaporkan adanya kasus militer Korut yang mengeksekusi tentaranya sendiri untuk mencegah penangkapan mereka.

Militer Korut telah melancarkan serangan besar-besaran namun tanpa harapan terhadap pasukan Ukraina di Kursk atas perintah pimpinan militer Russia dan Korut, kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby.

“Tentara-tentara Korut ini tampaknya sangat terdoktrin, mendorong serangan-serangan meskipun sudah jelas bahwa serangan-serangan itu sia-sia,” ucap Kirby seperti dikutip dari kantor berita RFA, Minggu (29/12). 

“Kami juga mendapat laporan tentang tentara Korut yang bunuh diri daripada menyerah kepada pasukan Ukraina, kemungkinan besar karena takut akan pembalasan terhadap keluarga mereka di Korut jika mereka tertangkap.”

Kirby pun mengatakan bahwa taktik serangan gelombang tentara Korut tidak terlalu efektif. “Faktanya, kami menilai bahwa mereka telah mengakibatkan banyak korban jiwa bagi pasukan Korut. Perkiraan kami, hingga saat ini, mereka telah menderita lebih dari 1.000 korban tewas atau terluka dalam pertempuran ini hanya dalam sepekan terakhir. Jelas bahwa Russia dan para pemimpin militer Korut memperlakukan pasukannya sebagai barang habis pakai dan memerintahkan serangan tanpa harapan terhadap Ukraina,” tutur dia.

Saat ini diperkirakan ada 12.000 tentara Korut yang berada di Russia untuk mendukung upaya perangnya melawan Ukraina di Kursk. Namun baik Moskwa maupun Pyongyang tidak mengakui bahwa tentara Korut terlibat dalam pertempuran di Kursk, apalagi memberikan komentar mengenai jumlah korban. SB/RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.