Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Rupiah 2024 Meleset

📅 Selasa, 31 Des 2024, 08:22 WIB | Oleh:
Target Rupiah 2024 Meleset Doc: ISTIMEWA

JAKARTA – Pelemahan ru­piah terhadap dollar AS jelang akhir tahun tak terelakkan lagi. Bahkan, kurs rupiah terhadap dollar AS berpotensi menem­bus level 16.000 rupiah per dollar AS atau lebih buruk di­bandingkan posisi jelang akhir tahun lalu di 15.395 dollar AS dan bahkan jauh melampaui target dalam asumsi makro APBN 2024 sebesar 15.000 ru­piah per dollar AS.

“Pergerakan rupiah yang melemah jelang akhir tahun tak terelakkan karena sentimen penguat dollar AS jelang akhir tahun masih belum hilang dan belum ada sentimen positif yang membalikkan itu,” ujar Peng­amat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (30/12).

Berdasarkan faktor dari da­lam negeri, pasar disebut cu­kup skeptis dengan pertum­buhan ekonomi Indonesia tahun depan. Hal ini didasari antara lain karena penurunan daya beli kelas menengah, ke­putusan pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen, dan lainnya.

Di sisi lain, lanjut dia, eko­nomi AS terlihat masih cukup solid sehingga menurunkan pe­luang pemangkasan suku bunga acuan yang lebih besar. Ekspek­tasi program ekonomi Presiden AS terpilih Donald Trump yang bisa menuai perang dagang dan memantik konflik geopolitik juga mendorong pelaku pasar masuk ke aset dollar AS sebagai aset aman.

“Hingga akhir tahun, rupiah bisa bertahan di atas 16.100 ru­piah terhadap dollar AS,” ung­kap Ariston.

Seperti diketahui, nilai tu­kar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Se­nin (30/12) sore ditutup me­nguat 92 poin atau 0,57 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.143 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang Doo Fi­nancial Futures Lukman Le­ong mengatakan defisit perda­gangan Amerika Serikat (AS) menguatkan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS. “Dollar AS terpantau terkoreksi setelah data menunjukkan de­fisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan pada hari Jumat, yakni -102,86 miliar dol­lar AS dari perkiraan -100,7 mi­liar dollar AS,” ujarnya di Jakar­ta, awal pekan ini.

Penguatan rupiah juga di­pengaruhi minimnya aktivitas perdagangan dan rilis data-da­ta penting dari sektor ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.