Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vietnam Turunkan PPN ke 8%, Indonesia Malah Naik Menjadi 12%

📅 Senin, 30 Des 2024, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Vietnam Turunkan PPN ke 8%, Indonesia Malah Naik Menjadi 12% Doc: antara
Ket. Wakil Ketua bidang Ketenagakerjaan Apindo, Darwoto - kebijakan PPN 12 persen sangat berbeda dengan kebijakan yang diterapkan di negara berkembang lain, seperti Vietnam yang baru-baru ini justru menurunkan PPN mereka dari 10 menjadi delapan persen.

JAKARTA – Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) keberatan dengan penerapan PPN 12 persen mulai Januari 2025. Apindo meminta pemerintah menunda karena dinilai dapat membebani biaya produksi. “Kami dari Apindo meminta pemerintah menunda pemberlakuan kebijakan PPN 12 persen,” kata Wakil Ketua bidang Ketenagakerjaan Apindo, Darwoto, di Cikarang, Sabtu (28/12).

Menurut dia, kebijakan PPN 12 persen sangat berbeda dengan kebijakan yang diterapkan di negara berkembang lain, seperti Vietnam yang baru-baru ini justru menurunkan PPN mereka dari 10 menjadi delapan persen. “Kalau kita lihat Vietnam malah jadi delapan persen, ini di kita kok malah naik,” katanya.

 Pakar ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan pemerintah hendaknya belajat dari Vietnam yang baru-baru ini justru menurunkan PPN mereka dari 10 menjadi delapan persen.

Sebaiknya pemerintah menghitung ulang rencana kenaikan PPN ini dengan melibatkan lebih banyak ekonom yang kredibel dan independen, pastikan apakah pemasukan yang didapat negara lebih besar dari efek dominonya. Harus dihitung berapa kerugian jika ada bisnis yang harus tutup karena penurunan penjualan akibat biaya produksi bengkak, berapa bansos yang harus dikeluarkan jika angka pengangguran naik karena PHK, dan lainnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan apabila situasi ekonomi sedang lesu, maka pertimbangan penerapan PPN adalah siapa yang paling banyak terbebani dalam kenaikan PPN.

Mhd Zakiul Fikri, Direktur Hukum Center of Economic and Law Studies (Celios), mengatakan berkaca pada pengalaman 2022, ketika pemerintah menaikkan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen mengakibatkan inflasi melaju ke 3,47 persen (yoy). Menurut dia, kondisi inilah yang mendorong berbagai kalangan masyarakat urun rembuk menyuarakan penolakan terhadap upaya kenaikan PPN dari 11 persen ke 12 persen.

Terbitkan Perppu

Dari sisi hukum, paparnya, Presiden Prabowo masih bisa menerbitkan Peraturan P e m e r i n t a h Pengganti Undang Undang (Perppu) untuk membat a l kan kenaikan PPN. Ada contohnya ketika Presiden Jokowi menerbitkan Perppu 1/2017 tentang Kepentingan Pajak.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Saatnya Prabowo dengan menerbitkan Perppu membatalkan kenaikan PPN 12 persen di UUHPP (Undang-undang Harmonisasi Perpajakan) dan saatnya berpihak pada masyarakat menengah bawah yang tengah dihimpit berbagai kesulitan ekonomi,” pungkasnya.

Dari Yogyakarta, Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, menyampaikan bahwa kebijakan ini berpotensi memberikan tekanan besar pada perekonomian nasional, terutama di tengah kondisi pemulihan ekonomi pascapandemi. Maruf menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga selama ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan kontribusi mencapai lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.