Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasilkan Hidrogen Hijau dengan Sinar Matahari

📅 Senin, 30 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Sementara itu menyimpan bahan bakar hidrogen dan bahkan proses pemisahan air menimbulkan tantangan keamanan yang signifikan karena hidrogen mudah terbakar dan potensi produk sampingan yang meledak seperti oksihidrogen. Proses dua langkah tersebut menghindari pembuatan oksihidrogen.

Namun, tim peneliti Jepang telah mengembangkan metode satu langkah untuk mengurangi bahaya produk sampingan ini. Cara ini diharapkan dapat meminimalkan risiko keamanan dengan membakar oksihidrogen dalam lingkungan yang sempit dan terkendali.

“Dalam sistem kami, menggunakan fotokatalis yang responsif terhadap ultraviolet, efisiensi konversi energi surya sekitar satu setengah kali lebih tinggi di bawah sinar matahari alami,” kata Hisatomi.

Simulasi sinar matahari standar menggunakan spektrum dari wilayah lintang yang sedikit lebih tinggi. Efisiensi konversi energi surya bisa lebih tinggi di area yang sinar matahari alaminya memiliki lebih banyak komponen panjang gelombang pendek daripada sinar matahari referensi yang disimulasikan.

“Namun, saat ini efisiensi di bawah sinar matahari standar yang disimulasikan adalah 1 persen paling baik, dan tidak akan mencapai efisiensi 5 persen di bawah sinar matahari alami,” ungkap dia.

Peningkatan efisiensi fotokatalisis dan pembangunan reaktor yang lebih besar merupakan hambatan utama untuk melampaui efisiensi 5 persen. Peneliti masa depan perlu melakukan lebih banyak eksperimen di dunia nyata untuk memecahkan masalah tersebut.

Tim tersebut memperingatkan bahwa standarisasi standar keselamatan dan efisiensi akan diperlukan untuk bergerak maju karena potensi bahaya penerapan hidrogen sebagai sumber bahan bakar. Mereka merekomendasikan pengembangan badan akreditasi dan kontrol perizinan untuk memaksimalkan keselamatan dan memajukan bidang ini.

“Aspek terpenting yang harus dikembangkan adalah efisiensi konversi energi surya ke kimia oleh fotokatalis,” jelas Domen. “Jika ditingkatkan ke tingkat praktis, banyak peneliti akan bekerja serius pada pengembangan teknologi produksi massal dan proses pemisahan gas, serta konstruksi pabrik skala besar,” kata dia.

“Hal ini juga akan mengubah cara banyak orang, termasuk para pembuat kebijakan, berpikir tentang konversi energi surya, dan mempercepat pengembangan infrastruktur, undang-undang, dan peraturan yang terkait dengan bahan bakar surya,” tambah Domen.  hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.