Kurang Darah Bikin Lemas, IDI Lombok Timur Bagikan Informasi Pengobatan Anemia
📅 Sabtu, 28 Des 2024, 22:25 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: iStockphoto/EyeEm
IDI Lombok Timur idilomboktimur.org menjelaskan salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh masyarakat Indonesia adalah anemia. Penyakit kurang darah, atau anemia, adalah ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari normal, sehingga tubuh kekurangan hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh organ.
IDI Lombok Timur adalah organisasi kesehatan yang berfungsi sebagai wadah profesi bagi para dokter di Indonesia. IDI memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan, serta mendukung kepentingan dokter dan masyarakat.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lombok Timur adalah dr. Syarif Hidayatullah, Sp.B. Ia memimpin kepengurusan IDI Lombok Timur untuk periode 2023-2026. Kepengurusan baru ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lombok Timur, terutama dalam aspek pelayanan kesehatan dan usia harapan hidup (UHH) yang masih di bawah rata-rata provinsi.
IDI Lombok Timur kemudian meneliti lebih lanjut mengenai penyakit anemia yang sering menyerang dan mengganggu kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa cara dan rekomendasi obat yang tepat bagi para penderitanya.
Apa saja penyebab terjadinya penyakit anemia?
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut IDI Lombok Timur, anemia adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat atau hemoglobin, yang mengakibatkan sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Beberapa penyebab utama anemia meliputi:
1. Kekurangan zat besi
Kekurangan zat besi, yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan atau tidak dapat menyerapnya dengan baik, seperti penyakit celiac, adalah jenis anemia yang paling umum.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Produksi sel darah merah yang rendah
Wanita hamil membutuhkan lebih banyak zat besi, vitamin B12, dan asam folat jika mereka tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup karena gangguan penyerapan zat besi atau kurangnya asupan zat besi dalam makanan. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan anemia, yang berbahaya bagi ibu dan bayi.
3. Kehilangan darah
Kehilangan darah yang signifikan dapat menyebabkan anemia, baik secara tiba-tiba (seperti akibat cedera) atau perlahan (seperti pada masalah menstruasi berat, wasir, atau kanker usus). Selain itu, penyakit seperti kanker, penyakit ginjal, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS dapat memengaruhi pembentukan sel darah merah.
4. Destruksi sel darah yang meningkat
Anemia hemolitik terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dari kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel baru. Ini dapat terjadi karena infeksi, tumor, penyakit autoimun, efek samping pengobatan tertentu, leukemia, atau limfoma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!