Ketegangan Politik di Korsel Meningkat Setelah Parlemen Memakzulkan Penjabat Presiden Han
📅 Sabtu, 28 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Perekonomian dan mata pencaharian rakyat kita, yang berjalan di atas es tipis dalam keadaan darurat nasional, tidak dapat menahan meluasnya ketidakpastian politik di sekitar pejabat pelaksana," katanya.
Inti dari pertikaian saat ini adalah komposisi Mahkamah Konstitusi, yang akan memutuskan apakah akan menegakkan keputusan parlemen untuk memakzulkan Yoon dan sekarang Han. Mahkamah saat ini kekurangan tiga hakim. Meskipun dapat melanjutkan dengan enam anggotanya di pengadilan, satu suara yang tidak setuju akan mengembalikan Yoon.
Pihak oposisi ingin Han menyetujui tiga calon lagi untuk mengisi sembilan anggota pengadilan, yang ditolaknya, sehingga kedua belah pihak menemui jalan buntu.
Penolakan Han untuk menunjuk tiga hakim secara resmi "menunjukkan sifat aslinya", kata anggota parlemen Partai Demokrat, Jo Seoung-lae. "Penolakan tersebut merupakan tantangan langsung terhadap Konstitusi dan hukum," kata Jo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka berupaya untuk memakzulkan Han guna "memulihkan tatanan konstitusional dan menstabilkan urusan negara."
Han mengatakan ia ingin PPP dan oposisi mencapai kompromi mengenai calon-calon tersebut. "Prinsip konsisten yang tertanam dalam konstitusi dan undang-undang kita adalah untuk tidak menjalankan kekuasaan presidensial eksklusif yang signifikan, termasuk penunjukan lembaga konstitusional," kata Han.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!