Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Menerima Permintaan Resmi dari Prancis untuk Transfer Terpidana Mati Narkoba

📅 Sabtu, 28 Des 2024, 14:06 WIB | Oleh:
Indonesia Menerima Permintaan Resmi dari Prancis untuk Transfer Terpidana Mati Narkoba Doc: Istimewa
Ket. Serge Atlaoui, seorang tukang las berusia 61 tahun, ditangkap pada tahun 2005 di sebuah pabrik narkoba di sekitar Jakarta.

JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada hari Sabtu (28/12), mengatakan, telah menerima permintaan resmi dari Prancis untuk memindahkan seorang terpidana mati Prancis yang dipenjara karena tuduhan narkoba sejak 2005.

"Kami telah menerima surat resmi yang meminta pemindahan Serge Atlaoui pada 19 Desember 2024. Surat tersebut dikirim atas nama menteri kehakiman Prancis," kata Menteri Koordinator bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

Dari The Guardian, ia menambahkan bahwa permintaan tersebut akan dibahas pada "awal Januari" setelah liburan.

Serge Atlaoui, seorang tukang las berusia 61 tahun, ditangkap pada tahun 2005 di sebuah pabrik narkoba di luar Jakarta dan pihak berwenang menuduhnya sebagai seorang “ahli kimia”.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Indonesia telah sepakat untuk memindahkan sejumlah tahanan asing terkenal yang dijatuhi hukuman mati, termasuk Mary Jane Veloso, seorang pembantu rumah tangga asal Filipina , dan lima anggota terakhir dari jaringan narkoba yang disebut “Bali Nine” , sehingga meningkatkan harapan bagi orang lain yang masih berada di penjara.

Laporan mulai muncul bulan lalu bahwa Prancis telah meminta pemulangan Atlaoui, yang akan dieksekusi bersama delapan pelaku narkoba lainnya pada tahun 2015 tetapi mendapat penangguhan sementara setelah Paris meningkatkan tekanani. Pihak berwenang Indonesia setuju untuk membiarkan banding yang tertunda berjalan sesuai rencana.

Ayah empat anak ini tetap bersikukuh tidak bersalah, dan mengklaim bahwa ia sedang memasang mesin di tempat yang ia duga adalah pabrik akrilik.

Awalnya ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tetapi Mahkamah Agung pada tahun 2007 meningkatkan hukumannya menjadi hukuman mati saat banding.

Indonesia memiliki beberapa undang-undang narkoba terberat di dunia, termasuk hukuman mati bagi pengedar narkoba, dan pernah mengeksekusi warga negara asing di masa lalu.

Meskipun negosiasi pemindahan narapidana masih berlangsung, pemerintah Indonesia baru-baru ini memberi sinyal akan melanjutkan eksekusi, yang sempat terhenti sejak 2016 – terhadap narapidana kasus narkoba yang dijatuhi hukuman mati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.