Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag DKI: Natal Jadi Momen Umat Katolik-Kristen Peduli pada Sesama

📅 Rabu, 25 Des 2024, 13:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenag DKI: Natal Jadi Momen Umat Katolik-Kristen Peduli pada Sesama Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Jemaat menyalakan lilin saat pelaksanaan ibadah malam Natal di GPIB Immanuel, Jakarta, Selasa (24/12/2024).

JAKARTA - Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta menilai perayaan Natal 2024 yang bertema "Marilah Sekarang Kita Pergi Ke Betlehem", menjadi momen untuk mengajak umat Katolik dan Kristen peduli pada sesama penganut yang miskin dan menderita.

"Betlehem itu adalah tempat kelahiran Yesus yang begitu sederhana, yaitu kandang domba. Tema ini, mau mengajak kita semua, khususnya umat Kristiani untuk mau solider dan peduli dengan sesama umat yang miskin dan menderita," kata Pembimbing Masyarakat (pembimas) Katolik Kanwil Kemenag DKI Jakarta Antonius Sinaga saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan tema ini sejalan dengan arahan dasar Keuskupan Agung Jakarta pada 2025, yakni "Kepedulian Lebih Pada Yang Lemah dan Miskin".

Oleh karena itu, sambung Antonius, untuk mempersiapkan Natal, umat Katolik diajak oleh Gereja Keuskupan Agung Jakarta untuk merenungkan dan mewujudkan nilai-nilai keadilan dan cinta kasih sebagaimana diajarkan oleh Gereja Katolik.

Adapun masa merenung tersebut berlangsung dalam empat pertemuan dan biasanya dilakukan empat pekan sebelum Natal.

Lalu, berbicara harapan pada Natal 2024, dia berharap perayaan ini dapat membawa semangat solidaritas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Semoga Natal tahun ini, membawa suka cita dan semangat solidaritas bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi membawa semangat baru dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," demikian Antonius.

Sementara itu, salah satu pemeluk Katolik, Lauren (35) berharap pemerintah berpihak pada rakyat melalui berbagai kebijakan, termasuk yang akan dilaksanakan mulai 2025.

Dia termasuk yang keberatan atas keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen karena hal itu dapat menaikkan harga berbagai jenis barang kebutuhan lainnya.

"Semoga pemerintah mau berpihak pada rakyat, bukan ke pengusaha. Tarif PPN (pajak pertambahan nilai) naik jadi 12 persen itu memberatkan," ujar wanita yang berdomisili di Jagakarsa, Jakarta Selatan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.