Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rayakan Status WBTB UNESCO dengan Pertunjukan Reog Serentak

📅 Minggu, 22 Des 2024, 22:41 WIB | Oleh:
Rayakan Status WBTB UNESCO dengan Pertunjukan Reog Serentak Doc: Antara

Ponorogo - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar pagelaran reog serentak seluruh dunia dalam rangka merayakan penetapan kesenian Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO, Minggu.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, di Ponorogo, Minggu, mengatakan gelaran reog tak hanya dilaksanakan di Ponorogo, namun juga dilakukan oleh grup-grup reog yang ada di sejumlah negara di Benua Asia, Amerika, Australia, dan Afrika.

1734880441_659233b30770b05c3b75.jpg

"Pagelaran ini juga digelar oleh grup reog dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia," kata Bupati Sugiri.

Meskipun ada perbedaan waktu, lanjut dia, pihaknya secara intensif berkomunikasi dan berkoordinasi guna menyelaraskan acara agar tampil pada hari dan tanggal yang sama melalui streaming.

Di Ponorogo, sebanyak 30 grup reog tampil di depan Paseban Alun-alun Kota Ponorogo.

Reog Ponorogo resmi diakui sebagai WBTB pada 3 Desember 2024 dalam Sidang Ke-19 Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda di Asunción, Paraguay.

Pagelaran kali ini menjadi istimewa dengan hadirnya satu-satunya grup reog wanita Sardulo Nareswari asal Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo.

Grup ini terdiri atas 50 anggota, seluruhnya perempuan, yang membuktikan bahwa peran wanita dalam seni reog tidak lagi terbatas sebagai penari jathil.

Salah satu pembarong wanita Intan Ayu Paramitasari, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam melestarikan seni tradisional yang telah menjadi warisan dunia.

Meskipun menghadapi tantangan berat mengangkat topeng reog, ia berhasil menarikan gerakan khas pembarong dengan tekad kuat.

"Bangga sekali menjadi pembarong dalam reog. ???Reog lahir di Ponorogo, dan kami akan terus menjaganya agar reog tidak lagi diklaim oleh negara lain. ," ujar Intan.

Intan juga berharap pengakuan UNESCO semakin memotivasi generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan untuk melestarikan seni Reog Ponorogo.

"Semoga semakin banyak grup reog wanita di Ponorogo dan reog bisa mendunia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Singkawang Gencarkan Pencegahan Stunting

31 menit yang lalu | Sriyono

Daerah
Singkawang Gencarkan Penceg...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.