Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaum Ibu Punya Peran Penting Tangani Stunting

📅 Minggu, 22 Des 2024, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaum Ibu Punya Peran Penting Tangani Stunting Doc: Antara/ HO Prokom Kukar
Ket. Sekda Kukar Sunggono bersama istri (kebaya biru) dan kaum ibu di Kabupaten Kukar.

TENGGARONG - Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Sekda Kukar), Kalimantan Timur menyatakan bahwa kaum ibu memiliki peran penting dalam penurunan angka stunting, sehingga prevalensi stunting di daerah itu turun signifikan sebesar 9,5 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di akhir 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Kukar berada di posisi terbaik se- Provinsi Kalimantan Timur, yakni tercatat 17,6 persen, turun 9,5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 27,1 persen.

"Untuk itu, dalam peringatan Hari Ibu ke- 96 ini menjadi momentum sangat istimewa, karena selain sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ibu dalam kehidupan, juga sebagai refleksi atas kemajuan peran kaum ibu," ujar Sekda Kukar Sunggono di Tenggarong, Minggu.

Hari ibu, yang diperingati setiap 22 Desember, adalah hari untuk mengenang perjuangan para perempuan Indonesia, terutama para ibu, yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam membangun bangsa ini.

Ibu bukan hanya sebagai tiang penyangga keluarga, namun juga sebagai pahlawan dalam berbagai peran yang mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari. Ibu-ibu adalah penggerak utama dalam keluarga, masyarakat, bahkan negara.

"Perempuan dan ibu memiliki peranan yang sangat vital, tanpa ibu, takkan ada generasi penerus bangsa, maka kita harus memastikan bahwa setiap ibu mendapatkan perlindungan, penghargaan, dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam setiap sektor kehidupan, baik dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial maupun politik politik," katanya.

Bangsa Indonesia dibangun dari fondasi perjuangan para perempuan yang tak pernah lekang semangatnya untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.

Salah satu titik penting perjuangan pergerakan para perempuan di masa pra-kemerdekaan dan menjadi tonggak sejarah tersendiri adalah ketika diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928, di Yogyakarta.

Momentum bersejarah tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, yang dinamakan Hari Ibu. Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan peringatan “Mother’s Day” di beberapa negara lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.