Korsel Janji Pertahankan Postur Kesiapan Aliansi dengan AS
📅 Sabtu, 21 Des 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/South Korean Prime Minister's Office
- On Line] [Tayang jam 02.40]
SEOUL - Penjabat Presiden Han Duck-soo mengatakan bahwa pemerintahnya akan berupaya maksimal untuk memastikan tidak ada celah dalam keamanan, dengan mempertahankan postur kesiapan yang ketat berdasarkan aliansi Korea Selatan (Korsel) dengan Amerika Serikat (AS).
Penjabat Presiden Han membuat pernyataan tersebut pada Jumat (20/12) dalam pertemuan dengan pejabat senior pemerintah dan partai berkuasa di kediaman resmi perdana menteri di Seoul.
“Pemerintah Korsel akan membangun kepercayaan dengan AS, Jepang, dan banyak sekutu lainnya,” kata Han seraya menyebutkan bahwa ia telah melakukan panggilan teleponnya baru-baru ini dengan Presiden AS, Joe Biden, dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba.
Saat berbincang dengan Presiden AS pada Sabtu (14/12) lalu, Biden menggarisbawahi kekuatan hubungan AS dengan Korsel. “Presiden Biden menyatakan keyakinannya bahwa aliansi akan tetap menjadi penopang perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik selama masa jabatan penjabat Presiden Han,” kata Gedung Putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penjabat presiden Korsel itu juga mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mengelola urusan negara dalam kolaborasi dengan partai berkuasa, dan berjanji untuk bekerja sama serta menjalin komunikasi yang aktif dengan parlemen Majelis Nasional untuk menstabilkan urusan negara dengan cepat.
Pertemuan para pejabat senior dari pemerintah dan partai yang berkuasa itu digelar pertama kali dalam waktu sekitar tiga bulan, dan berfokus pada pembahasan kondisi ekonomi baik di dalam maupun luar negeri, serta langkah-langkah untuk membantu usaha kecil dan wiraswasta.
Latihan Segitiga
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar latihan militer teknis segitiga bersama negara anggota PBB dan Asean. Latihan militer itu berlangsung di Kamboja selama lima pekan, yang dimulai dari tanggal 18 November hingga 20 Desember ini.
“Latihan tersebut merupakan program dimana militer Korsel dan PBB mendukung program teknis kepada negara anggota Asean yang mengirimkan tenaga militer ke Pasukan Penjaga Perdamaian PBB,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel.
Latihan militer itu dilakukan untuk yang kedua kali, setelah sebelumnya latihan pertama yang digelar pada bulan November tahun lalu.
Untuk latihan di tahun ini, ada sebanyak 58 unit militer dari 9 negara seperti Kamboja, Filipina, Thailand, Indonesia, dan lainnya turut berpartisipasi. Mereka mendapatkan latihan terkait pengoperasian peralatan teknis, cara membedakan materi bom, langkah pencegahan penyakit di pasukan, dan masih banyak lagi.
Sebelumnya, militer Korsel telah memberikan dukungan peralatan teknis termasuk 3 unit truk berbobot 5 ton, 2 unit peralatan pengukuran, 2 unit pendeteksi logam, dan lainnya kepada pusat penjagaan perdamaian Kamboja pada bulan lalu. KBS/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!