Dunia Masih Belum Pulih setelah Lima Tahun Pandemi Covid-19
📅 Senin, 16 Des 2024, 20:55 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDia kehilangan pekerjaannya di bidang komunikasi pada tahun 2022 setelah dia meminta pengurangan jam kerjanya.
Ia rindu berolahraga yang dulu menjadi “terapi” baginya. Kini, ia harus lebih merencanakan kegiatan sehari-harinya, seperti memikirkan tempat duduk dan beristirahat saat berbelanja.
Kurangnya pemahaman orang-orang di sekitarnya juga membuat keadaan semakin sulit. “Itu adalah penyakit yang tidak kasat mata, yang berhubungan dengan semua stigma yang menyertainya,” ungkapnya.
“Bahkan orang-orang yang benar-benar terdampak parah, yang berada di rumah, di ruangan gelap, yang tidak dapat disentuh lagi, suara apa pun akan membuat mereka jatuh sakit, mereka tidak tampak sakit,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jain dari WHO mengatakan mungkin sulit bagi penyedia layanan kesehatan untuk memberikan diagnosis dan pengakuan yang lebih luas terhadap kondisi tersebut sangatlah penting.
Lebih dari 200 gejala telah didaftarkan bersama dengan gejala umum seperti kelelahan, sesak napas, dan disfungsi kognitif.
“Sekarang banyak fokus yang diberikan kepada membantu pasien, membantu dokter dengan peralatan untuk mendiagnosis Covid jangka panjang secara akurat, mendeteksinya sejak dini,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasien seperti Vanek juga mengalami kesulitan keuangan. Ia telah mengajukan dua kasus hukum untuk mendapatkan dukungan lebih, tetapi keduanya belum disidangkan.
Ia mengatakan dana kurang dari 800 euro yang ia terima sebagai dukungan tidak dapat menutupi pengeluarannya, termasuk tagihan medis yang tinggi untuk sejumlah pil yang ia butuhkan untuk mengendalikan gejala-gejalanya.
“Sangat sulit bagi mahasiswa yang terkena Covid jangka panjang. Kami terabaikan oleh sistem sosial, tidak dapat mulai bekerja," katanya.
Britt juga menginginkan penelitian yang lebih terarah pada kondisi pasca-infeksi seperti Covid jangka panjang. “Kita harus memahami mereka lebih baik karena akan ada pandemi lain dan kita akan semakin tidak tahu apa-apa,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!