Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia akan Paksa Raksasa Teknologi Bayar Berita yang Dibagikan di Platformnya

📅 Kamis, 12 Des 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Serangan Terbaru

Juru bicara tersebut mengatakan "proposal tersebut gagal memperhitungkan realitas cara kerja platform kami".

Universitas Canberra di Australia menemukan bahwa lebih dari separuh negara menggunakan media sosial sebagai sumber berita.

Pendukung undang-undang tersebut berpendapat bahwa raksasa teknologi menarik pengguna dengan berita dan menghabiskan dana iklan daring yang seharusnya diberikan kepada ruang redaksi yang sedang kesulitan.

Google dan pemilik Facebook Meta telah menolak upaya di yurisdiksi lain untuk memberikan kompensasi kepada outlet berita.

Google mulai menghapus tautan ke sejumlah situs web California awal tahun ini setelah negara bagian itu mengindikasikan akan membuat mereka membayar untuk lalu lintas yang didorong oleh berita.

Facebook dan Instagram telah memblokir konten berita di Kanada untuk menghindari pembayaran kepada perusahaan media.

Ini adalah serangan terkini dalam upaya Australia mengendalikan raksasa teknologi.

Australia bulan lalu memberikan suara untuk undang-undang baru yang akan melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.

Ia juga mengusulkan penerapan denda terhadap perusahaan yang gagal memberantas konten yang menyinggung dan penyebaran disinformasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

23 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.