Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Penyebab Dispareunia, Ini Obat untuk Mengatasinya Menurut IDI Atambua

📅 Rabu, 11 Des 2024, 23:47 WIB | Oleh:
Kenali Penyebab Dispareunia, Ini Obat untuk Mengatasinya Menurut IDI Atambua Doc: iStockphoto/champja

JAKARTA - Salah satu gangguan kesehatan yang dapat terjadi saat berhubungan intim adalah dispareunia. Dispareunia merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri genital yang terjadi selama atau setelah berhubungan seksual. Nyeri ini dapat dirasakan baik oleh pria maupun wanita, meskipun lebih umum terjadi pada wanita.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Atambua idiatambua.org merupakan cabang dari organisasi profesi kedokteran di Indonesia yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung para dokter di wilayah ini. 

IDI Cabang Atambua berkomitmen untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan berkualitas di daerah yang memiliki tantangan kesehatan kompleks, seperti keterbatasan akses layanan dan tingginya angka penyakit menular.

IDI Atambua secara rutin mengadakan layanan medis keliling untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil, melibatkan dokter ahli dari berbagai bidang. Saat ini IDI Atambua sedang melakukan penelitian terkait kondisi dispareunia dan pengobatan yang tepat bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya dispareunia saat berhubungan intim?

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Atambua menjelaskan dispareunia adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri genital yang terjadi selama atau setelah berhubungan seksual. Penyebab dispareunia dapat dibedakan menjadi dua kategori utama: faktor fisik dan faktor psikologis. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebabnya meliputi:

1. Kekeringan pada organ intim wanita

Kurangnya pelumasan alami sering kali menyebabkan gesekan yang menyakitkan selama penetrasi. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, penggunaan obat-obatan tertentu, atau kurangnya rangsangan seksual sebelum hubungan.

2. Infeksi dan peradangan

Salah satu penyebab lainnya adalah infeksi dan peradangan. Infeksi pada organ genital seperti infeksi jamur, vaginosis bakteri, atau infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit saat berhubungan.

3. Gangguan anatomi

Faktor lainnya adalah gangguan anatomi. Kelainan struktural pada vagina atau vulva, seperti vaginismus (ketegangan otot yang menghalangi penetrasi) dan kelainan bawaan lainnya, bisa menjadi penyebab dispareunia.

4. Cedera dan trauma

Faktor terakhir adalah bekas luka akibat operasi atau melahirkan dapat mengakibatkan nyeri saat berhubungan. Cedera pada area genital juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.