Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Tidak Impor hingga Tahun Depan karena Stok Beras Nasional Capai 8 Juta Ton

📅 Selasa, 10 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Tidak Impor hingga Tahun Depan karena Stok Beras Nasional Capai 8 Juta Ton Doc: ANTARA/Syifa Yulinnas
Ket. Pekerja mengangkat karung beras saat bongkar muat di gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, beberapa pekan lalu. Pemerintah memastikan stok beras menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru dalam kondisi cukup dan melimpah.

JAKARTA – Stok beras secara nasional mencapai delapan juta ton hingga akhir Desember 2024, sehingga tidak diperlukan lagi tambahan impor, termasuk untuk tahun depan.

"Beras, stok kita di seluruhnya, termasuk di pedagang, di masyarakat itu delapan juta ton lebih, tapi yang Bulog sendiri ada dua juta ton," ujar Menteri Koordinator bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, di Jakarta, Senin (9/12).

Seperti dikutip dari Antara, Zulkifli menyampaikan pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan impor beras di 2025. Ia menargetkan Indonesia bisa memproduksi beras hingga 32 juta ton pada 2025.

Kebutuhan konsumsi beras di Indonesia per tahunnya kurang lebih sebesar 31 juta ton. Angka tersebut masih lebih kecil jika dibandingkan dengan target produksinya.Kelebihan beras ini nantinya disimpan untuk cadangan pangan pemerintah (CPP). Rencana setop impor tersebut juga sudah masuk dalam neraca komoditas 2025.

"Tahun 2025 kira-kira 32 juta ton lebih, kebutuhan 31 juta. Jadi kalau tidak ada halangan, kejadian yang luar biasa atau bencana alam, insya Allah, kita tidak akan impor lagi," katanya.

Sangat Mencukupi

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan Indonesia tidak meneruskan sisa impor beras yang belum dikirim, karena stok beras dalam negeri sudah sangat mencukupi. "Kita sudah selesai, sudah kebanyakan (stok beras)," kata Arief.

Menurut Arief, stok yang dimiliki Bulog saat ini sudah lebih dari cukup. Persediaan tersebut juga sudah dikurangi untuk bantuan pangan sebesar 220 ribu ton.Ia menyampaikan saat ini hal yang perlu diperhatikan adalah persiapan untuk panen raya. Panen kali ini akan mencapai 12–13 juta ton gabah di akhir Februari hingga Maret.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Jangan sampai, nanti saat panen itu kita nggak siap untuk menyerap gabah petani. Kalau nggak nanti harganya bisa jatuh, nanti petani kita nggak mau nanam lagi karena harga jatuh," ujarnya.

Sebelumnya, Arief memastikan stok beras untuk persiapan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 terpantau aman dan cukup. "Pemerintah siap untuk menghadapi Desember. Biasanya di bulan November, Desember 800 ribu ton, sehingga pemerintah siap menghadapi Desember, Januari, Februari," ujar Arief.

Arief menyebut pada awal 2025, jumlah produksi beras akan mengalami penurunan. Oleh karena itu, pemerintah akan kembali menggelontorkan Bantuan Pangan Beras 10 kilogram yang diberikan kepada 16 juta penerima bantuan pangan (PBP).

Arief meminta kementerian/lembaga yang mengurusi pangan dan berbagai asosiasi untuk mulai mempersiapkan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok untuk periode Ramadan dan Idul Fitri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

34 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.