Mongolia Ingin Perkuat Hubungan Bilateral dengan Indonesia
📅 Selasa, 10 Des 2024, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
ULAN BATOR - Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyebut Mongolia ingin memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, khususnya setelah kembali membuka kedutaan besar di Jakarta.
"Kami berbicara mengenai bagaimana memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Mongolia yang punya sejarah panjang juga," kata Djauhari Oratmangun kepada ANTARA di Ulan Bator, Mongolia pada Senin (9/12).
Dubes Djauhari menyampaikan hal tersebut seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mongolia Battsetseg Batmunkh di Kementerian Luar Negeri Mongolia di Ulan Batar.
Duta Besar (Dubes) Mongolia untuk Indonesia Enkhtaivan Dashnyam baru menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto pada 4 November 2024 lalu. Hal tersebut dilakukan setelah Kedubes Mongolia di Jakarta tutup sementara karena pandemi COVID-19 sehingga hanya ada kantor Konsulat Kehormatan Mongolia di Surabaya, Jawa Timur.
"Ini pertemuan saya kedua dengan Menlu Battsetseg, kalau ke Mongolia sendiri, kunjungan kali ini merupakan kali keenam, karena selama pandemi COVID-19 saya tidak bisa melakukan kunjungan," tambah Dubes Djauhari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hubungan diplomatik Indonesia-Mongolia disebut sudah dimulai sejak tahun 1956.
"Area kerja sama yang kita bahas di bidang ekonomi khususnya perdagangan. Saya menyampaikan ada investor dari Indonesia berminat dengan proyek-proyek yang ditawarkan dari Mongolia karena saya tahu persis ada beberapa investor Indonesia yang bergerak di sini," ungkap Dubes Djauhari.
Begitu pula, kata Dubes Djauhari, investor-investor dari Mongolia terbuka untuk berinvestasi ke Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kedua, kami membahas bagaimana meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara. Kita tahu produk-produk Indonesia sudah mulai memasuki pasar Mongolia," tambah Dubes Djauhari.
Terlebih karena Mongolia terletak di dekat China dan Rusia jadi dapat bermanfaat juga sebagai jalan masuk ke pasar dua negara besar tersebut.
"Besok saya juga akan bertemu dengan 'Chamber of Commerce' Mongolia untuk membahas potensi kerja sama ini dan kami menyampaikan bahwa di awal tahun depan kami akan melakukan forum bisnis di sini untuk mencari terobosan-terobosan atau memfasilitasi beberapa kerja sama masa depan," jelas Dubes Djauhari.
Sejumlah produk yang ditawarkan oleh Indonesia antara lain produk makanan dan minuman termasuk kopi dan teh.
"Sektor lain yang juga dibahas adalah kerja sama di bidang sosial budaya termasuk di bidang pariwisata," tambah Dubes Djauhari.
Dalam laman Kementerian Luar Negeri Indonesia disebutkan hubungan diplomatik RI-Mongolia dimulai dengan kunjungan Presiden Soekarno ke Ulan Bator pada 1956 kemudian dilanjutkan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2003.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!