Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Imun Tubuh Saat Musim Hujan dengan Konsumsi Herbal Alami

📅 Jumat, 06 Des 2024, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Imun Tubuh Saat Musim Hujan dengan Konsumsi Herbal Alami Doc: ANTARA/Vicki Febrianto

JAKARTA - Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Fitri Hudayani, mengatakan bahwa musim hujan dapat dijadikan waktu yang baik untuk mengkonsumsi minuman herbal alami yang bermanfaat bagi sistem imunitas tubuh.

“Saat hujan kita cenderung senang mengkonsumsi minuman hangat. Hal ini dapat dimanfaatkan juga untuk mengonsumsi minuman herbal yang alami,” kata Fitri saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (6/12).

Fitri menuturkan udara di musim hujan cenderung berubah-ubah, terutama pada suhu yang lebih dingin. Biasanya hal ini akan memengaruhi tubuh untuk lebih mudah terkena penyakit seperti influenza atau batuk dan pilek.

Kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan menjaga kesehatan, salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan benar. Misalnya membuat minuman hangat dari rebusan herbal berupa jahe, sereh, kayu manis atau temulawak.

Seluruh herbal dapat membantu menghangatkan tubuh. Di sisi lain, aroma yang dihasilkan saat herbal itu diseduh dapat memberikan efek tenang pada tubuh maupun pikiran.

“Semua bahan tersebut merupakan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh,” ucap dietisien itu.

Cara pembuatannya pun perlu memperhatikan banyak jumlah gula yang ditambahkan ke dalam minuman. Fitri menganjurkan sebaiknya masyarakat mengganti gula dengan bahan yang lebih alami seperti madu.

“Untuk pengolahan sama seperti kondisi biasanya. Batasi makanan berlemak dan mengandung gula murni agar status gizi tetap terjaga dan kondisi kesehatan dapat lebih optimal lagi dalam menghadapi musim hujan,” kata dia.

Terkait dengan pengolahan bahan-bahannya, Fitri menekankan agar semua bahan yang digunakan dapat dipastikan kebersihannya untuk menghindari terjadinya diare yang sering timbul saat musim hujan akibat adanya perubahan kondisi lingkungan.

Contohnya yakni munculnya lebih banyak lalat dan sering ditemukannya genangan air kotor di area sekitar tempat tinggal. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Kabut Asap Selimuti Singapura

1 jam lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Selimuti Singapura
Megapolitan
Digitalisasi Posyandu Mulai...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.