Kenali Gejala dan Tips Pengobatan Bintitan Mata dari IDI Kota Tegal
📅 Jumat, 06 Des 2024, 16:35 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: Alona Siniehina dari iStockphoto
Bintitan, penyakit mata yang sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa, menjadi perhatian utama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tegal idikotategal.org.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintil mirip jerawat atau bisul di tepi kelopak mata, yang sering terasa nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Saat ini, IDI Kota Tegal sedang melakukan penelitian mendalam mengenai penyebab dan pengobatan yang tepat untuk bintitan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala awal bintitan dan segera berkonsultasi ke dokter jika keluhan tidak membaik.
Apa saja penyebab terjadinya bintitan pada mata?
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tegal menjelaskan bahwa penyakit bintitan pada mata, atau hordeolum, disebabkan oleh beberapa faktor utama yang berkaitan dengan infeksi dan kebersihan. Berikut adalah penyebab terjadinya bintitan meliputi:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Infeksi karena bakteri
Penyebab paling umum dari bintitan adalah infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus, yang biasanya hidup di kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit. Infeksi terjadi ketika bakteri ini masuk ke dalam kelenjar minyak yang tersumbat di kelopak mata.
2. Penyumbatan pada kelenjar minyak
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelenjar minyak di kelopak mata dapat tersumbat oleh debu, sel kulit mati, atau minyak berlebih, yang kemudian memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan peradangan.
3. Kebersihan yang buruk
Bintitan juga dapat terjadi akibat kebersihan yang buruk. Menyentuh mata dengan tangan yang kotor dapat meningkatkan risiko infeksi. Hal ini sering terjadi pada anak, penting untuk edukasi anak agar selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
4. Kebiasaan mengucek mata
Bintitan juga dapat terjadi akibat terlalu banyak mengucek mata. Kebiasaan mengucek atau menyentuh mata secara berlebihan juga dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
Bintitan terjadi ketika kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat oleh minyak, debu, atau sel-sel kulit mati. Jika saluran kelenjar ini tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri, maka akan terjadi peradangan yang menghasilkan benjolan kecil berwarna merah yang sering kali menyakitkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!