Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hargai yuk Berbagai Potensi Sekitar Kita

📅 Rabu, 04 Des 2024, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hargai yuk Berbagai Potensi Sekitar Kita Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Jaoharul Alam (keempat dari kanan) membuka kegiatan Gema Ketapang di halaman Kantor Kecamatan Sukatani, Selasa (3/12).

BEKASI – Dalam upaya menyukseskan “Gerakan masyarakat berketahanan pangan” (Gema Ketapang) warga Kabupaten Bekasi didorong untuk lebih banyak mengonsumsi protein produksi lokal yang diambil dari lingkungan sekitar. “Langkah ini bertujuan agar masyarakat membiasakan diri konsumsi sayur dan protein terutama bagi anak usia balita dari lingkungan sekitar,” tutur Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Joaharul Alam, Selasa.

Menurutnya, dengan banyak mengonsumsi sayur dan protein, anak-anak, generasi yang mendatang, terhindar dari masalah stunting. Mereka akan berkembang dengan baik. Joaharul menekankan, bahan pangan berprotein serta sayuran secara alamiah tersedia cukup banyak di lingkungan sekitar. tengah masyarakat. Contoh, telur, tempe, dan tahu.

“Selain itu, Pemkab Bekasi saat ini juga sedang menggencarkan gerakan makan ikan untuk memenuhi gizi masyarakat dan mencegah stunting,” ucapnya. Pelaksana harian Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Abdilah Majid, menambahkan, Gema Ketapang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada warga terkait pola makan sehat dan bergizi seimbang.

“Salah satu-satunya dengan rajin konsumsi makanan mengandung protein dan sayur,” katanya. Pemkab Bekasi turut memberikan bantuan pangan olahan sebagai upaya meningkatkan keanekaragaman konsumsi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi.Kemarin dia memberikan 110 paket bantuan pangan olahan kepada warga. Mereka yang menerima bantuan sudah diverifikasi. Jadi, penyaluran bantuan sesuai dengan fakta di lapangan.

Wirausaha

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi, memfasilitasi para santri dari 328 pondok pesantren setempat untuk menjadi wirausaha. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Bekasi, Nani Mulyani, telah memfasilitasi pondok pesantren untuk menggelar program kewirausahaan bagi para santri.

“Pemerintah memperhatikan agar para santri memiliki program kewirausahaan atau kemandirian ekonomi,” katanya. Mereka akan mendapat bantuan inkubasi bisnis. Selain itu, mereka juga akan diberi pelatihan serta pendampingan dari tenaga ahli. Dia menyayangkan, masih banyak pondok pesantren belum memanfaatkan program ini. Kegiatan wirausaha santri pun beragam mulai dari bisnis waralaba, air minum isi ulang, katering, kafe, binatu, bengkel, dan percetakan. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Daerah
Wali Kota Bandung Dorong So...
Megapolitan
Dukung Pelestarian Bahasa L...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.