Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia Kembalikan Sembilan Anak Ukraina dengan Mediasi Qatar

📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 15:43 WIB | Oleh:
Russia Kembalikan Sembilan Anak Ukraina dengan Mediasi Qatar Doc: Istimewa
Ket. Kyiv membantah pernyataan Moskow tentang proses tersebut sebagai "pertukaran anak", dan menekankan bahwa Ukraina tidak menculik atau menahan anak-anak Rusia.

MOSKOW - Pihak berwenang Rusia pada Kamis (28/11), mengembalikan sembilan anak Ukraina kepada keluarga mereka dengan bantuan mediasi Qatar. 

Kantor berita milik pemerintah TASS, melaporkan, pengembalian itu dilakukan sehari setelah Ukraina menyerahkan dua anak kepada keluarga mereka di Rusia.

Dari The Moscow Times, komisioner hak anak presiden Rusia, Maria Lvova-Belova, mengatakan bahwa delapan anak Ukraina yang dipulangkan telah tinggal bersama kerabat di Rusia. Seorang anak berusia 16 tahun dibawa dari panti asuhan Alyoshkinsky di Kherson yang diduduki Rusia setelah saudaranya berhasil mengajukan perwalian hukum.

Pada hari Rabu, rekaman dari Kedutaan Besar Qatar di Moskow menunjukkan seorang ayah Rusia menggambarkan "masa ketidakpastian yang panjang" yang dialaminya setelah kematian ibu dari putranya di Ukraina. "Tentu saja, saya ingin (penyatuan kembali) berlangsung lebih cepat," katanya kepada wartawan, sementara putranya mengangguk ketika ditanya apakah ia merindukan ayahnya.

Sejak Juli 2023, Qatar telah memfasilitasi pemulangan puluhan anak Ukraina yang dibawa ke Rusia atau wilayah pendudukan. Kyiv menuduh Moskow mendeportasi lebih dari 19.000 anak Ukraina secara tidak sah sejak invasi besar-besaran dimulai, tuduhan yang dibantah Moskow.

Rusia menyatakan bahwa 15 anak dari 10 keluarga telah dipertemukan kembali dengan kerabat mereka di Rusia, sementara 87 anak dari 69 keluarga telah dipertemukan kembali dengan kerabat mereka di Ukraina. Kyiv membantah pernyataan Moskow tentang proses tersebut sebagai "pertukaran anak", dan menekankan bahwa Ukraina tidak menculik atau menahan anak-anak Rusia.

Tahun lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Lvova-Belova, menuduh mereka mendeportasi anak-anak secara ilegal dari Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.