Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Produk UMKM Bersaing di Dekranasda Kaltim Award 2024

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Produk UMKM Bersaing  di Dekranasda Kaltim Award 2024 Doc: Antara

SAMARINDA - Sebanyak 167 produk kerajinan dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti proses penjurian Dekranasda Kaltim Award Tahun 2024.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur Fitriansyah, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan Dekranasda Kaltim Award 2024 ini adalah memberikan motivasi kepada para perajin sekaligus mendorong mereka untuk semakin berperan dalam memperkaya kekayaan kerajinan khas daerah yang diharapkan akan menopang perekonomian Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN).

1732807657_31ee52eaae7725b60c51.jpg

Tim juri memberikan penilaian produk UMKM lokal yang ikut pada kegiatan Deskranasda Award 2024. (Diskominfo Kaltim)

Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Penghargaan Untuk Produk dan Budaya Daerah”, dengan tiga kategori utama, yaitu: Kerajinan Berbahan Serat, Kerajinan Berbahan Kayu dan Batik Motif Khas Kaltim.

“Panitia telah mengumumkan melalui akun media sosial resminya bahwa pengiriman produk untuk Dekranasda Kaltim Award 2024 telah ditutup pada 24 November 2024,” kata Fitriansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Deskranasda Award 2024.

Fitriansyah menambahkan dalam penjurian pihaknya mengutamakan karya yang memiliki unsur inovasi dan daya saing dengan kriteria produk yang memiliki nilai ekonomi atau daya jual yang tinggi.

Adapun kerajinan dari 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur turut serta dalam kompetisi ini terdiri atas 57 produk berbahan serat, 37 produk berbahan kayu, dan 73 produk batik.

“Saya berharap produk-produk kerajinan yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan para perajin dan berkontribusi dalam memperbaiki perekonomian daerah,” harap Fitriansyah.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap peningkatan partisipasi tahun ini. “Tahun 2023 ada 147 produk yang ikut serta, dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 167 produk. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari para perajin,” ujar Fitriansyah.

Lebih lanjut, Fitriansyah menambahkan bahwa inovasi produk kerajinan lokal menjadi kunci untuk membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Para perajin harus terus beradaptasi dengan perkembangan tren dan permintaan pasar. Kualitas produk harus diperhatikan, namun inovasi dalam desain dan pemilihan bahan baku yang ramah lingkungan juga sangat penting,” ujarnya.  Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.