Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 06:40 WIB | Oleh:
Australia Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun Doc: AFP/William WEST
Ket. Sejumlah remaja di Melbourne, Australia, sedang mengakses media sosial dari telepon seluler mereka pada Kamis (28/11). Parlemen Australia pada Kamis (28/11) malam meloloskan aturan penting untuk melarang anak di bawah 16 tahun dari media sosial. 

MELBOURNE - Anggota parlemen Australia pada Kamis (28/11) meloloskan aturan penting untuk melarang anak di bawah 16 tahun dari media sosial yang berarti menyetujui salah satu tindakan keras terberat di dunia terhadap situs populer seperti Facebook, Instagram dan X.

RUU tersebut kini telah disahkan oleh kedua majelis parlemen dengan dukungan bipartisan, dan perusahaan media sosial diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mencegah remaja memiliki akun.

Perusahaan-perusahaan tersebut, yang menghadapi denda hingga 32,5 juta dollar AS jika gagal mematuhi aturan tersebut, telah menggambarkan pengesahan undang-undang tersebut sebagai tidak jelas, bermasalah, dan terburu-buru.

Undang-undang tersebut disahkan oleh majelis rendah parlemen pada hari Rabu (27/11) dan disahkan oleh Senat pada Kamis malam. Undang-undang tersebut kini hampir pasti akan menjadi undang-undang.

Perdana Menteri Anthony Albanese yang mengincar kemenangan pada pemilu awal tahun depan, dengan antusias mendukung aturan baru tersebut dan menggalang para orang tua Australia untuk mendukungnya.

Menjelang pemungutan suara, ia menggambarkan media sosial sebagai platform untuk tekanan dari teman sebaya, pemicu kecemasan, sarana bagi penipu dan, yang terburuk dari semuanya, alat bagi predator daring.

Ia ingin, kata dia, anak muda Australia meninggalkan ponsel mereka dan bermain di lapangan sepak bola dan kriket, tenis dan netball, serta berenang di kolam renang.

Di atas kertas, larangan ini merupakan salah satu larangan terketat di dunia. Namun, undang-undang saat ini hampir tidak memberikan perincian tentang bagaimana aturan tersebut akan ditegakkan hingga memicu kekhawatiran di kalangan ahli bahwa itu akan menjadi undang-undang simbolis yang tidak dapat ditegakkan.

Diperlukan waktu setidaknya 12 bulan sebelum rinciannya dikerjakan oleh regulator dan larangan tersebut mulai berlaku.

Beberapa perusahaan kemungkinan akan diberikan pengecualian, seperti WhatsApp dan YouTube, yang mungkin perlu digunakan remaja untuk rekreasi, pekerjaan sekolah, atau alasan lainnya.

Undang-undang tersebut akan diawasi secara ketat oleh negara lain, dengan banyak yang mempertimbangkan apakah akan menerapkan larangan serupa.

Para pembuat undang-undang dari Spanyol hingga Florida telah mengusulkan larangan media sosial bagi remaja, meskipun belum ada satu pun tindakan yang dilaksanakan. Sedangkan Tiongkok telah membatasi akses bagi anak di bawah umur sejak 2021, dengan anak di bawah 14 tahun tidak diizinkan menghabiskan lebih dari 40 menit sehari di Douyin, TikTok versi Tiongkok. Selain itu waktu bermain gim daring untuk anak-anak juga dibatasi di Tiongkok. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.