Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawal Program Swasembada Pangan hingga Implementasi

📅 Rabu, 27 Nov 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dwijono juga menekankan peran penting penyuluh pertanian. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh yang kompeten dan mumpuni akan membantu petani dalam mengadopsi teknologi dan praktik bertani yang lebih modern.

“Pendampingan ini tidak hanya untuk memastikan penggunaan sarana produksi yang efektif, tetapi juga untuk membangun kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi terbaru,” katanya.

Di tengah keterbatasan tenaga kerja di perdesaan akibat urbanisasi, Dwijono menekankan perlunya mekanisasi dalam usaha tani. Menurutnya,penggunaan mesin pertaniandapat menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja (buruh tani) di desa-desa. Selain itu, teknologi digital seperti aplikasi berbasis Android juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan manajemen usaha tani.

“Masih ada potensi peningkatan produktivitas yang bisa digarap. Dengan kombinasi mekanisasi, pemanfaatan teknologi digital, dan pendampingan yang optimal, kita bisa mendekati cita-cita swasembada pangan secara bertahap,” katanya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menegaskan kunci mengejar swasembada pangan adalah meningkatkan produksi. Oleh sebab itu, semua stakeholders terkait harus bersinergi.

“BUMN bidang pangan atau pertanian juga harus ikut bergerak, termasuk bagaimana menyiapkan benih yang unggul, pupuk, dan sebagainya,” kata Esther.

Diminta pada kesempatan lain, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan semangat swasembada beras selaras dengan harapan petani, karena impor beras selama ini memang menekan harga gabah di petani, bahkan sampai menyebabkan kerugian petani.

Hal berikutnya yang juga penting adalah memastikan peningkatan pendapatan petani, dan kesejahteraan petani. “Peningkatan produksi dan jaminan harga yang menguntungkan perlu dukungan kebijakan,”papar Qomar.

Peningkatan produksi bisa dilakukan dengan perbaikan teknis produksi, mulai dari perbaikan kualitas tanah, benih yang sesuai dengan lokasi, pupuk dan pemupukan yang tepat waktu, dosis, dan cara pemupukan, juga memastikan ketersediaan air dan pengendalian hama dan penyakit, juga fasilitasi panen dan pascapanen. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.