Trump Berjanji Kenakan Tarif Besar-besaran untuk Meksiko, Kanada, dan Tiongkok
📅 Selasa, 26 Nov 2024, 09:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: NPR/Kiyoshi Ota/Bloomberg via Getty
WASHINGTON - Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (25/11), ia bermaksud mengenakan tarif besar-besaran pada barang-barang dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok sebagai tanggapan terhadap perdagangan narkoba ilegal dan imigrasi.
Dalam serangkaian posting di akun Truth Social miliknya, Trump berjanji akan mengenakan tarif besar pada beberapa mitra dagang terbesar Amerika Serikat pada semua barang yang masuk ke negara tersebut.
"Pada tanggal 20 Januari, sebagai salah satu dari banyak Perintah Eksekutif pertama saya, saya akan menandatangani semua dokumen yang diperlukan untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen kepada Meksiko dan Kanada pada SEMUA produk yang masuk ke Amerika Serikat, dan Perbatasan Terbukanya yang menggelikan," tulisnya.
Dalam posting lainnya, Trump mengatakan ia juga akan mengenakan tarif sebesar 10 persen kepada Tiongkok, "di atas semua Tarif tambahan," pada semua produknya yang masuk ke AS sebagai respons atas apa yang ia katakan sebagai kegagalan Tiongkok dalam mengatasi penyelundupan fentanil.
Tarif merupakan bagian utama dari agenda ekonomi Trump. Presiden terpilih dari Partai Republik itu berjanji akan mengenakan bea masuk yang luas kepada sekutu maupun musuh saat ia kampanye menjelang kemenangannya pada tanggal 5 November.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih ditandai dengan agenda perdagangan yang agresif dan proteksionis yang juga menargetkan Tiongkok, Meksiko, dan Kanada, serta Eropa.
Saat berada di Gedung Putih, Trump melancarkan perang dagang habis-habisan dengan Tiongkok, mengenakan tarif signifikan terhadap barang-barang Tiongkok senilai ratusan miliar dollar.
Saat itu ia mengutip praktik perdagangan yang tidak adil, pencurian kekayaan intelektual, dan defisit perdagangan sebagai pembenaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok menanggapi dengan tarif pembalasan terhadap produk-produk Amerika, khususnya yang berdampak pada petani AS.
AS, Meksiko, dan Kanada terikat pada perjanjian perdagangan bebas berusia tiga dekade, yang sekarang disebut USMCA, yang dinegosiasikan ulang di bawah Trump setelah ia mengeluh bisnis AS, terutama produsen mobil, mengalami kerugian.
"Meksiko dan Kanada masih sangat bergantung pada pasar AS sehingga kemampuan mereka untuk menjauh dari ancaman Presiden terpilih Trump masih terbatas," kata Wendy Cutler, wakil presiden di Asia Society Policy Institute, dan mantan pejabat perdagangan AS, kepada AFP.
"Dia pasti akan digugat di pengadilan AS, tetapi itu akan memakan waktu untuk melalui proses hukum," tambahnya.
Dengan mengutip krisis fentanil dan imigrasi ilegal, Trump tampaknya menggunakan masalah keamanan nasional sebagai sarana untuk membatalkan kesepakatan itu, sesuatu yang diizinkan berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Tetapi sebagian besar negara dan WTO memperlakukan pengecualian keamanan nasional sebagai sesuatu yang harus digunakan secara hati-hati, bukan sebagai alat rutin kebijakan perdagangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!