Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi dan Warga Bunuh 28 Orang Anggota Geng

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi dan Warga Bunuh 28 Orang Anggota Geng Doc: AFP/Clarens SIFFROY
Ket. Sejumlah polisi Haiti di Port-au-Prince berlindung di balik tembok saat mereka adu tembak dengan anggota geng pada 11 November lalu. Pada Selasa (19/11) kembali terjadi bentrokan antara polisi dengan geng kriminal yang menewaskan 28 orang anggota geng.

PORT-AU-PRINCE - Pihak berwenang Haiti pada Selasa (19/11) melaporkan bahwa polisi dan kelompok bela diri sipil telah menewaskan 28 orang yang diduga anggota geng di Port-au-Prince dalam sebuah operasi semalam, sementara LSM Dokter Lintas Batas (MSF) mengatakan pihaknya harus menghentikan operasi di ibu kota Haiti itu.

Saat pemerintah berupaya mendapatkan kembali kendali atas ibu kota yang penuh kekerasan dan kekacauan itu, MSF memperingatkan bahwa penegakan hukum dan ketertiban telah menjadi ancaman langsung, bahkan saat anggota geng terus menyerang beberapa distrik.

Mengingatkan pada aksi pembalasan berdarah sebelumnya terhadap geng-geng di negara itu, seorang fotografer AFP menyaksikan orang-orang membakar mayat yang diduga para anggota geng di jalan, dengan ban ditumpuk di atasnya dan dibakar.

Polisi melepaskan tembakan hingga menewaskan 10 orang, dan kemudian mengejar mereka yang melarikan diri dengan bantuan kelompok bela diri, yang dibentuk oleh penduduk yang menentang geng-geng tersebut dan kekuasaan mereka yang penuh kekerasan di sebagian besar wilayah negara.

Saat ini geng-geng kriminal bersenjata lengkap menguasai sekitar 80 persen kota dan secara rutin menargetkan warga sipil meskipun ada pasukan internasional yang didukung PBB dan dipimpin Kenya, telah dikerahkan untuk membantu polisi yang kalah senjata. Pekan lalu, polisi Haiti menghentikan ambulans MSF, menembak dan menewaskan dua pasien.

“Akibat ancaman serius terhadap stafnya oleh anggota kepolisian Haiti, MSF terpaksa menangguhkan kegiatannya di Port-au-Prince hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian bunyi siaran pers dari LSM tersebut.

“Di Haiti dan tempat lain, kami terbiasa bekerja dalam kondisi yang sangat tidak aman, tetapi ketika penegak hukum dan ketertiban menjadi ancaman langsung, kami tidak punya pilihan selain menangguhkan proyek kami.”

Kisruh Politik

Ibu kota Haiti telah menyaksikan pertempuran baru dalam sepekan terakhir dari aliansi geng Viv Ansanm yang pada Februari lalu membantu menggulingkan perdana menteri saat itu, Ariel Henry.

Pada Selasa, jalanan hampir sepi setelah polisi dan warga mendirikan barikade di beberapa lingkungan setelah PBB memperingatkan bahwa geng-geng kriminal itu dilaporkan mulai menguasai kota.

Juru bicara Viv Ansanm, Jimmy “Barbecue” Cherisier, seorang pemimpin geng terkenal, telah menyerukan pengunduran diri pemerintah transisi yang saat ini memimpin negara tersebut. “Koalisi Viv Ansanm akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkan Dewan Presiden Transisi,” kata Cherisier pada Senin (18/11) malam. Beberapa jam kemudian koalisi melancarkan serangan ke beberapa wilayah ibu kota, termasuk Petion-Ville, Bourdon dan Canape Vert.

Menurut laporan PBB bulan lalu, lebih dari 1.200 orang di Haiti tewas dari Juli hingga September. Sedangkan Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB akhir pekan lalu menyatakan lebih dari 20.000 orang telah mengungsi di Port-au-Prince dalam kurun waktu empat hari saja pada pekan lalu. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.