Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seperlima Kasus Dengue karena Perubahan Iklim

📅 Senin, 18 Nov 2024, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seperlima Kasus Dengue karena Perubahan Iklim Doc: AFP/Luis ROBAYO
Ket. Nyamuk Aedes aegypti penyebar demam dengue

PARIS — Para peneliti Amerika pada Sabtu (16/11) mengatakan bahwa perubahan iklim bertanggung jawab atas hampir seperlima dari rekor jumlah kasus demam berdarah atau dengue di seluruh dunia pada tahun ini. Hal ini diungkapkan saat mereka berupaya menjelaskan bagaimana kenaikan suhu membantu menyebarkan penyakit.

Sebelumnya para peneliti telah berupaya untuk menunjukkan bagaimana perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia berkontribusi langsung terhadap peristiwa cuaca ekstrem seperti angin topan, kebakaran, kekeringan, dan banjir yang melanda dunia pada tahun ini.

Namun menghubungkan bagaimana pemanasan global mempengaruhi kesehatan seperti memicu wabah atau menyebarkan penyakit, masih merupakan bidang baru.

“Demam berdarah adalah penyakit pertama yang baik untuk dijadikan fokus karena sangat sensitif terhadap iklim,” kata Erin Mordecai, ahli ekologi penyakit menular di Universitas Stanford, kepada AFP.

Penyakit virus itu, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, menyebabkan demam dan nyeri tubuh serta, dalam beberapa kasus, dapat mematikan. Demam dengue biasanya hanya terjadi di daerah tropis dan subtropis, tetapi peningkatan suhu telah menyebabkan nyamuk merambah daerah baru dan membawa serta demam dengue.

Untuk studi baru itu, yang belum ditelaah oleh rekan sejawat, tim peneliti Amerika mengamati bagaimana suhu yang lebih panas dikaitkan dengan infeksi demam berdarah di 21 negara di Asia dan Amerika.

“Rata-rata, sekitar 19 persen kasus demam berdarah saat ini di seluruh dunia disebabkan oleh pemanasan iklim yang telah terjadi,” kata Mordecai, penulis senior untuk studi pra-cetak tersebut.

Peningkatan

Mordecai mengatakan suhu antara 20-29 derajat Celsius ideal untuk penyebaran demam berdarah.

Para peneliti menemukan bahwa daerah dataran tinggi di Peru, Meksiko, Bolivia, dan Brasil yang akan menghangat hingga kisaran suhu ini dapat mengalami peningkatan kasus demam dengue sebanyak 200 persen dalam 25 tahun ke depan.

Analisis tersebut memperkirakan setidaknya 257 juta orang saat ini tinggal di wilayah di mana pemanasan global dapat melipatgandakan angka demam dengue selama periode tersebut.

“Bahaya ini hanyalah alasan lain mengapa Anda harus peduli terhadap perubahan iklim,” kata Mordecai.

Menurut penghitungan World Health Organization (WHO) lebih dari 12,7 juta kasus demam dengue tercatat di seluruh dunia pada tahun ini pada September, hampir dua kali lipat rekor total pada 2023. Namun Mordecai mengatakan, banyaknya laporan yang tidak dilaporkan berarti jumlah sebenarnya kemungkinan mendekati 100 juta.

Penelitian ini dipresentasikan akhir pekan lalu pada pertemuan tahunan American Society of Tropical Medicine and Hygiene di Kota New Orleans, Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.