Pulih dari Stroke, Fisioterapi di Puskesmas Pilihan Terbaik
📅 Minggu, 17 Nov 2024, 12:30 WIB | Oleh: Tim PenulisDibandingkan dengan rumah sakit yang memiliki pasien lebih banyak, rehabilitasi stroke di puskesmas mungkin relatif lebih sepi. Pasien stroke jadi tidak perlu antre terlalu lama–terutama jika datang lebih awal–sehingga proses fisioterapi bisa dilakukan lebih cepat.
3. Biaya yang terjangkau
Jika dibandingkan dengan rehabilitasi stroke di klinik mandiri, biaya pemulihan stroke di puskesmas lebih terjangkau, khususnya bagi kelas ekonomi menengah ke bawah. BPJS Kesehatan menanggung rehabilitasi stroke dengan maksimal kunjungan dua kali seminggu
Puskesmas juga menyediakan layanan rehabilitasi stroke non-BPJS dengan tarif beragam, mulai dari Rp7.500 tergantung kebijakan puskesmas setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
4. Terapi yang intensif
Di luar rehabilitasi stroke gratis dua kali sepekan menggunakan BPJS Kesehatan, pasien bisa melakukan fisioterapi di puskesmas setiap hari, terutama di fase awal pascastroke sesuai dengan rekomendasi fisioterapis.
5. Kunjungan rumah
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika pasien stroke tidak bisa mengunjungi puskesmas, fisioterapis puskesmas bisa melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk memberikan terapi.
Harapan baru rehabilitasi stroke di Indonesia
Fisioterapi di puskesmas sangat potensial untuk mendukung proses pemulihan fisik pengidap stroke. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis Pedoman Kerja Puskesmas terbaru pada Oktober lalu.
Pedoman tersebut menyertakan kebijakan penyediaan fisioterapi sebagai layanan puskesmas dan pengadaan tenaga fisioterapis yang direkomendasikan pada setiap puskesmas di Indonesia. Ini merupakan kabar gembira bagi para pengidap stroke yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan rehabilitasi di fasilitas kesehatan karena masalah transportasi, jarak, ataupun finansial.
Harapannya, pasien stroke dapat lebih mudah menjangkau layanan rehabilitasi guna membantu proses pemulihan dengan adanya layanan fisioterapi di puskesmas.
Pengadaan tenaga rehabilitasi, seperti fisioterapis di puskesmas telah sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengintegrasikan layanan rehabilitasi pada pelayanan kesehatan primer masyarakat. Menurut WHO, layanan rehabilitasi di fasilitas kesehatan primer dapat menurunkan risiko pengidap stroke kembali dirawat di rumah sakit. Hal ini bisa menghemat biaya perawatan di rumah sakit yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan puskesmas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!