Pulih dari Stroke, Fisioterapi di Puskesmas Pilihan Terbaik
📅 Minggu, 17 Nov 2024, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Puskes Gerunggang
Yudi Hardianto, Monash University
Stroke atau gangguan pembuluh darah otak menyebabkan 245 ribu kematian pada 2019 dan berkontribusi terhadap 11,2% dari total kasus disabilitas di Indonesia pada 2023. Penanganan penyakit yang lamban menjadi salah satu penyebab tingginya kematian akibat stroke.
Pasalnya, stroke sering kali terjadi mendadak (akut) dan periode kritisnya sangat cepat, sekitar 4,5 jam. Pada kebanyakan kasus, pengidap stroke harus segera dibawa ke rumah sakit agar tidak berujung fatal–karena penanganannya hanya boleh dilakukan oleh ahli.
Kendati penanganan stroke begitu krusial untuk menyelamatkan nyawa, proses pemulihan (rehabilitasi) jangka panjang juga tidak kalah penting dan sangat diperlukan oleh pasien stroke. Setelah melewati fase akut dan menjalani pengobatan, banyak pengidap stroke terganggu aktivitasnya akibat kelemahan otot dan masalah kognitif. Penurunan fungsi tubuh ini bisa memicu gangguan kesehatan mental, seperti depresi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rehabilitasi stroke seperti fisioterapi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap stroke. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa fisioterapi rutin minimal 2-3 hari per pekan berpotensi mempercepat pemulihan kemampuan fisik pengidap stroke.
Fisioterapi bisa dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan (faskes), seperti rumah sakit, klinik mandiri, dan puskesmas. Dari segi kemudahan akses dan jangkauan ekonomi, puskesmas bisa menjadi pilihan terbaik untuk terapi pemulihan pasien stroke. Sayangnya, penyebaran tenaga fisioterapis di puskesmas Indonesia belum merata.
Potensi fisioterapi stroke di puskemas
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015, terdapat sekitar 599 fisioterapis yang bekerja di puskesmas dan tersebar di 30 provinsi. Angka ini masih jauh dari total puskesmas yang mencapai lebih dari 10 ribu di seluruh Indonesia. Alhasil, mayoritas puskesmas belum memiliki fisioterapis.
Padahal, jika dibandingkan dengan faskes lainnya, rehabilitasi stroke di puskesmas memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:
1. Jarak lebih dekat
Akses ke fasilitas kesehatan merupakan salah satu tantangan terbesar bagi pengidap stroke, terutama pasien yang masih mengalami keterbatasan fisik berat maupun bertempat tinggal jauh dari faskes.
Puskesmas bisa menjadi pilihan utama karena umumnya fasilitas kesehatan ini ada di setiap kelurahan.
2. Penanganan lebih cepat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!